

Patrolmedia.co.id, Buleleng – Pekerja Migran Indonesia (PMI), Nurhayati (38) yang meninggal di Malaysia, mendapat santunan Jaminan Kematian (JKm) dari BPJS Ketenagakerjaan.
Perempuan asal Buleleng, Bali itu meninggal diduga menjadi korban pembunuhan di Malaysia.
Santuan kematian itu diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris, yakni 2 anak Nurhayati. Kedua anaknya juga mendapat beasiswa pendidikan.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Buleleng, Nelson Hasudungan mengatakan Nurhayati telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketemagakerjaan karena berangkat melalui penyalur resmi, dilansir dari situs BPJS Ketenagakerjaan, Sabtu (11/1/25).
Nelson tidak merinci jumlah santunan kematian yang akan diberikan. Namun, beasiswa pendidikan untuk 2 anak Nurhayati akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan.
Untuk jenjang TK dan SD, beasiswa sebesar Rp 1,5 juta per tahun untuk satu anak, SMP Rp 2 juta per tahun, SMA Rp 3 juta per tahun dan perguruan tinggi Rp 12 juta per tahun.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Buleleng, Made Juartawan akan berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan bersama pihak terkait lainnya untuk mempercepat pencairan santunan tersebut.
“Mengingat dana ini akan dimanfaatkan untuk upacara dan sebagainya, kami harapkan dananya bisa segera cair,” kata Juartawan, Kamis (9/1/2024).
Editor: M Ichsan




















