George Russell Juara Sprint GP Belanda dari Poles, Norris dan Leclerc Naik Podium

George Russell Meraih Kemenangan di Sprint GP Belanda 2026

George Russell memulai paruh kedua musim Formula 1 2026 dengan hasil yang sangat mengesankan. Dengan start dari posisi terdepan, pembalap Mercedes ini berhasil meraih kemenangan dalam sprint Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort, pada hari Sabtu (22/8). Hasil ini menunjukkan performa yang luar biasa dari Russell, yang mampu mengelola strategi balapan dengan baik.

Russell tidak langsung mempercepat sejak awal balapan. Dia memilih untuk mengelola ban secara lebih hati-hati, karena memprediksi persaingan akan semakin ketat menjelang akhir balapan. Strategi ini membantunya tetap stabil dan siap untuk meningkatkan kecepatan pada saat yang tepat.

Pada lap ke-18, Charles Leclerc berhasil menyalip Lando Norris untuk menduduki posisi kedua. Setelah itu, Russell mulai meningkatkan ritmenya dan berusaha menjauh dari pesaing-pesaingnya. “Saya tahu jika ada over-taking, itu akan terjadi menjelang akhir balapan. Jadi, saya perlu mengelola ban di tikungan berkecepatan tinggi dan menyisakan sesuatu untuk akhir,” ujar Russell saat wawancara dengan David Coulthard di parc ferme.

Meskipun memimpin dengan cukup nyaman, hasil akhir bisa saja berbeda jika balapan berlangsung lebih lama. Pada lap terakhir, hujan mulai turun, sehingga membuat kondisi lintasan menjadi lebih sulit. Russell merasa lega karena balapan berakhir tepat waktu. “Kalau satu lap lagi, akhirnya bisa sangat berbeda. Jadi, saya senang hujan datang saat itu (balapan selesai),” tambahnya.

Hasil Sprint GP Belanda 2026

Berikut adalah hasil akhir dari sprint Grand Prix Belanda:

  • George Russell (Mercedes) – 30 menit 25,318 detik
  • Charles Leclerc (Ferrari) – +1,360 detik
  • Lando Norris (McLaren) – +5,196 detik
  • Kimi Antonelli (Mercedes) – +5,581 detik
  • Oscar Piastri (McLaren) – +10,185 detik
  • Max Verstappen (Red Bull Racing) – +10,529 detik
  • Lewis Hamilton (Ferrari) – +12,188 detik
  • Pierre Gasly (Alpine) – +42,510 detik

Charles Leclerc, yang finis di posisi kedua, juga menerapkan strategi serupa. Berbeda dengan sebagian besar pembalap yang menggunakan ban medium, Leclerc memilih ban soft. Keputusan ini membantunya menyalip Norris enam lap sebelum finis. “Saya tahu Lando tidak memiliki banyak deployment di lintasan lurus utama, jadi saya harus memaksimalkannya,” ujarnya tentang momen menyalip tersebut.

Sementara itu, kecepatan Lando Norris terlihat menurun menjelang akhir balapan. Setelah kehilangan posisi kedua dari Leclerc, dia juga menghadapi tekanan dari pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, di lap terakhir. Meski begitu, Norris mampu mempertahankan posisi ketiga hingga akhir balapan.

Setelah sprint, Norris menyebut bahwa pemilihan ban bukanlah masalah utama. Menurutnya, mobil MCL40 memang tidak cukup cepat dibandingkan Ferrari. Tim McLaren terus berupaya memperbaiki beberapa aspek agar dapat tampil optimal dalam race utama hari ini. “Ini bukan soal ban. Kami hanya tidak punya race pace yang cepat, dan kami masih punya pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Norris.