Siasat MV Ocean Porter, 4X Ganti Nama Demi Selundupkan 2,6 Ton Sabu Cair di Perairan Karimun

Sabu Cair di Karimun
10 ABK asal Myanmar, beserta barang bukti 2,6 ton Sabu Cair dan 1,57 juta batang rokok tanpa pita cukai merek GD asal Cina dipamerkan saat konferensi pers di Dermaga Bea Cukai Tanjunguncang, Batam, Kamis (20/8/2026). (Foto: Ist)
Sabu Cair di Karimun
Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin dan stakeholder lainnya menghadiri konferensi pers pengungkapan 2,6 ton sabu cair selundupan. (Foto: Ist)

Tak cuma sabu cair, petugas mengamankan 10 anak buah kapal (ABK) yang seluruhnya warga negara Myanmar.

Petugas juga memergoki bonus muatan ilegal berupa 1,57 juta batang rokok tanpa pita cukai merek GD asal Cina di dalam kontainer kapal.

Direktur Jenderal Bea Cukai Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama menyebut potensi kerugian negara dari rokok ilegal senilai Rp 3,9 miliar itu mencapai Rp 4,4 miliar.

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengapresiasi tinggi atas kerja sama lintas instansi ini.

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menegaskan, patroli dan sinergi bersama TNI, Bea Cukai, hingga komunitas nelayan akan terus ditingkatkan.

Mengingat, 98 persen wilayah Kepri merupakan lautan yang rawan dimanfaatkan jaringan penjahat internasional.

Saat ini, 10 ABK warga Myanmar beserta seluruh barang bukti telah diamankan.

BNN dan tim gabungan masih terus memburu otak pelaku dan pemesan utama di balik jaringan sabu cair internasional ini.

 

(Ipl/Iyn)