Enam Anak di Bawah Umur Terlibat Pelemparan Rumah di Benteng, Diduga Dipicu Minuman Beralkohol
Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Selayar berhasil mengamankan enam anak di bawah umur yang diduga terlibat dalam aksi pelemparan rumah warga di kawasan Kota Benteng. Peristiwa yang terjadi pada Selasa, Juni 2026, ini sontak menimbulkan keprihatinan dan menjadi perhatian serius dari pihak kepolisian serta masyarakat.
Keenam anak tersebut segera digelandang ke Markas Polres Kepulauan Selayar untuk menjalani proses pendataan, pembinaan, serta pemeriksaan awal. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, terungkap fakta mengejutkan bahwa sebagian dari mereka mengaku telah mengonsumsi minuman beralkohol, khususnya jenis bir, sebelum melakukan aksi tersebut. Pengakuan ini menjadi sorotan utama karena mengindikasikan masih adanya akses mudah bagi anak-anak terhadap minuman keras, sebuah fenomena yang sangat mengkhawatirkan.
Minuman Beralkohol: Ancaman Nyata bagi Generasi Muda
Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas kejadian ini. Beliau menekankan bahwa peristiwa ini seharusnya menjadi sebuah alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya perlindungan terhadap anak-anak dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan mereka. Anak-anak, yang seharusnya berada dalam bimbingan dan pengawasan orang tua serta lingkungan yang kondusif, justru terlibat dalam tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Dari hasil pemeriksaan diketahui sebagian dari mereka telah mengonsumsi minuman beralkohol sebelum kejadian,” ungkap AKBP Didid Imawan. Ia menambahkan bahwa fakta ini membuktikan bahwa persoalan minuman keras tidak hanya berdampak buruk pada orang dewasa, tetapi juga telah merambah dan menyasar anak-anak di bawah umur.
Menurut Kapolres, minuman beralkohol memiliki dampak destruktif yang signifikan terhadap perkembangan psikologis anak. Zat-zat dalam minuman keras dapat merusak cara berpikir, mengganggu pengendalian emosi, dan melemahkan kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan yang tepat. Hal ini secara inheren berpotensi mendorong lahirnya tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak meremehkan bahaya minuman keras, terutama dampaknya pada usia dini.
Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Pencegahan
AKBP Didid Imawan menegaskan bahwa anak-anak adalah aset masa depan bangsa dan daerah yang harus mendapatkan perlindungan maksimal dari semua pihak. Ia secara tegas mengajak seluruh orang tua untuk lebih proaktif dalam memperhatikan aktivitas anak-anak mereka.
“Karena itu, saya mengajak seluruh orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya,” tegas Didid.
Beliau mengimbau para orang tua untuk senantiasa mengetahui dengan siapa anak-anak mereka bergaul dan memastikan bahwa mereka tidak berada dalam lingkungan yang berpotensi memberikan pengaruh buruk atau ajakan negatif. Pengawasan yang ketat dari keluarga dianggap sebagai benteng pertahanan pertama dan paling krusial dalam mencegah anak-anak terjerumus ke dalam perilaku menyimpang.
Lebih lanjut, Kapolres juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan terhadap peredaran dan konsumsi minuman beralkohol di kalangan anak-anak dan remaja tidak bisa sepenuhnya dibebankan hanya kepada institusi kepolisian. Upaya ini membutuhkan sinergi dan keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Polres Kepulauan Selayar berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya pencegahan sebagai bagian integral dari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayahnya.
Upaya Penanganan dan Pengembalian kepada Orang Tua
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan pembinaan intensif di Mapolres Kepulauan Selayar, keenam anak tersebut akhirnya dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Keputusan ini diambil dengan harapan agar mereka mendapatkan pengawasan yang lebih ketat dan bimbingan yang berkelanjutan dari keluarga.
Selama proses pemeriksaan, keenam anak tersebut juga telah menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada warga yang menjadi korban pelemparan rumah. Mereka berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang.
Dukungan Masyarakat Terhadap Tindakan Tegas
Tindakan tegas yang diambil oleh kepolisian mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Salah seorang warga Benteng, Tamsir, menyatakan apresiasinya terhadap langkah kepolisian dalam menertibkan pelaku yang terlibat dalam kasus terkait minuman keras.
“Kita dukung langkah polisi menertibkan pelaku miras. Dan perlu diberi sanksi kepada pelaku,” katanya.
Menurut Tamsir, belakangan ini marak terjadi kasus-kasus yang melibatkan pelaku di bawah pengaruh minuman keras, yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Bahkan, beberapa kasus tersebut dilaporkan berujung pada aksi kekerasan terhadap warga maupun bentrokan dengan aparat kepolisian, menunjukkan betapa seriusnya dampak negatif dari penyalahgunaan minuman beralkohol di kalangan masyarakat.


















