Jadwal Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram 1448 Hijriah
Di bulan Muharram, umat Islam memiliki kesempatan untuk menjalankan puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar. Dua hari yang dianjurkan untuk berpuasa adalah hari Tasua dan Asyura. Kedua puasa ini dilakukan pada tanggal 9 dan 10 Muharram, masing-masing menjadi momen penting dalam perayaan tahun baru Hijriyah.
Puasa Tasua dan Asyura merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, disebutkan bahwa puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Selain itu, shalat malam juga disebut sebagai shalat yang paling utama setelah shalat fardhu.
Menurut Ustadz Khalid Basalamah, puasa Tasua dan Asyura memiliki keistimewaan khusus. Dari hadis tersebut, diketahui bahwa puasa pada dua hari ini dapat menghapus dosa selama satu tahun sebelumnya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak melewatkan kesempatan ini selagi masih bisa dilakukan.
Perbedaan dengan Kepercayaan Kaum Yahudi
Salah satu alasan mengapa puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram adalah untuk membedakan antara umat Islam dengan kebiasaan kaum Yahudi. Kaum Yahudi biasanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram, sehingga Nabi Muhammad SAW menyarankan agar umat Islam berpuasa pada hari sebelumnya agar tidak sama dengan mereka.
Ustadz Khalid menjelaskan bahwa hal ini dilakukan agar umat Islam tetap menjaga identitas dan tradisi sendiri. Ia menyampaikan bahwa puasa ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga bentuk rasa syukur kepada Allah atas berbagai nikmat yang diberikan.
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura Tahun Ini
Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, puasa Tasua (tanggal 9 Muharram 1448 H) akan dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026. Sedangkan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram 1448 H) jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026.
Dengan jadwal ini, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk menjalankan puasa sunnah yang penuh makna ini. Hal ini juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak amalan ibadah dan meningkatkan kualitas spiritual.
Niat Puasa Tasua dan Asyura
Berikut niat puasa Tasua dan Asyura yang dapat dibaca sebelum menjalankannya:
Niat Puasa Tasua:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sunnatit Tasu’ai lillahi Ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa Tasua, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Asyura:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sunnati Asyurai lillahi Ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Keistimewaan Bulan Muharram
Bulan Muharram merupakan salah satu dari 12 bulan dalam kalender Hijriah. Di antara 12 bulan tersebut, Allah menjadikan beberapa bulan lebih utama daripada yang lain. Salah satunya adalah bulan Muharram, yang disebut sebagai bulan haram.
Dalam firman Allah SWT:
”
Di antaranya ada empat bulan yang haram, itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan empat itu
.” (At-Taubah:36).
Selain itu, dalam sabda Nabi Muhammad SAW:
”
Sesungguhnya Allah membuka tahun dengan bulan haram (bulan Muharam) dan mengakhirinya pula dengan bulan Haram (bulan Dzulhijjah). Maka tiada bulan dalam satu tahun lebih agung di sisi Allah setelah bulan Ramadhan daripada bulan Muharam
.”
Dengan demikian, bulan Muharram memiliki posisi istimewa dalam sistem kalender Hijriah dan menjadi bulan yang layak untuk dijadikan waktu untuk memperbanyak amalan ibadah.
















