Akhir Sebuah Pengabdian, Awal Babak Baru: Sidig Handanu Purna Tugas Setelah 34 Tahun Melayani
Setelah mengabdikan diri selama 34 tahun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Sidig Handanu secara resmi memasuki masa purna tugas. Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak ini menutup lembaran karier birokrasinya dengan penuh rasa syukur. Pensiun baginya bukanlah sebuah akhir, melainkan sebuah transisi menuju ruang pengabdian yang berbeda, yang diharapkan tetap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Upacara pelepasan purna tugas dilaksanakan di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak pada Selasa, Juni 2026. Momen ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang Sidig Handanu dalam dunia pemerintahan. Ia memandang masa pensiun sebagai sebuah siklus kehidupan yang wajar dan harus dijalani dengan lapang dada.
“Sudah menjadi sunnahtullah bahwa manusia dibatasi oleh usia. Dalam kepegawaian negeri juga ada batas usia pensiun. Jadi ini sesuatu yang biasa dan memang harus dijalani,” ujar Sidig Handanu usai acara pelepasan.
Meskipun telah memasuki masa pensiun, Sidig Handanu menyadari pentingnya kesiapan, tidak hanya dari sisi administratif tetapi juga kesiapan batin. Setelah puluhan tahun terbiasa dengan ritme kerja pemerintahan, ia memiliki harapan besar untuk tetap aktif dan berkontribusi di sektor lain.
“Mudah-mudahan atas doa dari kawan-kawan semua, saya bisa menjalani masa pensiun ini dengan baik dan tetap bisa beraktivitas. Kalau sebelumnya di bidang pemerintahan, mudah-mudahan ke depan masih bisa beraktivitas di sektor lain, seperti sosial maupun keagamaan,” tuturnya penuh optimisme.
Perjalanan Karier: Dari Pedalaman Sintang Hingga Kancah Perencanaan Kota
Perjalanan karier Sidig Handanu sebagai ASN dimulai pada tahun 1992 di Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Sintang. Pengabdian awalnya ditempuh di berbagai wilayah pedalaman, yang memberikannya pengalaman berharga dan membekas mendalam. Selama kurang lebih 20 tahun, ia bertugas di daerah-daerah seperti Nanga Serawai, Kota Baru, Nanga Mau, Nanga Sepauk, hingga Nanga Pinoh.
Pengalaman bertugas di daerah terpencil ini menjadi fase krusial dalam membentuk pemahamannya tentang pelayanan publik. Di Nanga Serawai, Sidig banyak belajar tentang makna sesungguhnya dari melayani masyarakat, terutama yang berada di wilayah pedesaan. Ia menyadari bahwa pelayanan bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan tentang kehadiran, mendengarkan, dan memahami kondisi serta kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Ketika saya pertama bertugas di daerah yang sangat terpencil di Kabupaten Sintang, yaitu di Nanga Serawai, itu menjadi pengalaman yang sangat membekas. Di sana saya banyak belajar dari masyarakat, terutama bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah perdesaan,” kenangnya dengan penuh haru.
Tahun 2012 menjadi penanda transisi Sidig Handanu ke Kota Pontianak. Selama 14 tahun mengabdi di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, ia telah melalui berbagai pengalaman penting yang mewarnai perjalanan kariernya.
Menghadapi Badai Pandemi dan Merancang Masa Depan Kota
Di antara berbagai peristiwa yang dilaluinya, masa pandemi Covid-19 menjadi salah satu tantangan terbesar sekaligus paling berkesan dalam kariernya. Saat itu, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Pandemi global ini menjadi ujian berat bagi seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat, menuntut kecepatan, ketepatan, koordinasi yang solid, serta ketahanan yang luar biasa.
Sidig Handanu menggambarkan pandemi sebagai peristiwa yang sangat langka, sebuah wabah dunia yang datang dalam skala yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. “Karena COVID-19 ini merupakan peristiwa yang sangat langka, bahkan disebut terjadi dalam kurun seratus tahun sekali dan menjadi wabah dunia. Alhamdulillah kita bisa melewati masa sulit itu bersama-sama,” ungkapnya.
Selain menghadapi krisis kesehatan global, Sidig Handanu juga memainkan peran penting dalam merancang arah pembangunan Kota Pontianak untuk masa depan. Menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sejak 1 Juli 2022 (yang kemudian berubah nomenklatur menjadi Bapperida), ia menjadi salah satu tokoh kunci dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Pontianak 2025–2045. Proses ini berjalan paralel dengan penyusunan RPJMD Kota Pontianak 2025–2029.
Dokumen perencanaan seperti RPJPD dan RPJMD memegang peranan krusial bagi sebuah kota. Dokumen-dokumen ini bukan sekadar tumpukan naskah administratif, melainkan memuat arah strategis, prioritas pembangunan, visi jangka panjang, serta peta jalan yang akan memandu kemajuan kota. Tanggung jawab Sidig Handanu dalam penyusunan dokumen ini menjadi salah satu penanda penting di penghujung masa pengabdiannya.
Bagi Sidig Handanu, 34 tahun pengabdian adalah sebuah perjalanan panjang yang sarat dengan pembelajaran. Mulai dari wilayah terpencil di Sintang hingga ke ruang perencanaan strategis di Kota Pontianak, dari melayani masyarakat perdesaan hingga menghadapi badai pandemi, jejak pengabdiannya telah terukir sebagai bagian dari narasi birokrasi yang terus tumbuh bersama masyarakat.
Kini, dengan tibanya masa purna tugas, Sidig Handanu melangkah ke fase baru dengan ketenangan. Pengabdian formal dalam struktur pemerintahan mungkin telah berakhir, namun semangatnya untuk terus berkontribusi dan memberi manfaat tetap menyala. Baginya, pensiun bukanlah titik henti, melainkan sebuah ruang baru untuk terus hadir dan memberikan kontribusi positif.
Apresiasi dari Pemerintah Kota Pontianak
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para ASN yang memasuki masa purna tugas. Pelepasan resmi melalui upacara apel ini merupakan bentuk terima kasih, penghormatan, dan penghargaan atas dedikasi serta pengabdian para pejabat, staf, maupun guru yang telah menjalankan tugasnya selama bertahun-tahun.
“Mudah-mudahan beliau-beliau senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta tetap peduli terhadap Kota Pontianak, karena bagaimanapun juga mereka merupakan bagian dari keluarga besar Kota Pontianak,” ujar Edi Rusdi Kamtono.
Terkait dengan jabatan yang ditinggalkan oleh para ASN yang purna tugas, termasuk posisi strategis yang saat ini masih diisi oleh pelaksana tugas, Wali Kota menjelaskan bahwa proses pengisian akan dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Hal ini meliputi tahapan seperti job fit maupun lelang jabatan terbuka (open bidding).
Profil Singkat Sidig Handanu
- Nama Lengkap: dr. Sidig Handanu Widoyono, M.Kes
- Karier ASN: Sekitar 34 tahun
- Jabatan Terakhir: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak
- Jabatan Sebelumnya: Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak
- Latar Belakang Pendidikan: Memiliki kualifikasi sebagai dokter dan magister kesehatan, menunjukkan keahlian di bidang kesehatan yang menjadi dasar kariernya di Dinas Kesehatan sebelum beralih ke bidang perencanaan pembangunan.
- Masa Purna Tugas: Resmi memasuki masa pensiun pada 31 Mei 2026.
Kontribusi Penting:
Selama memimpin Bappeda/Bapperida, Sidig Handanu terlibat aktif dalam berbagai aspek strategis pembangunan Kota Pontianak, termasuk:
- Perencanaan pembangunan daerah yang komprehensif.
- Penguatan riset dan inovasi sebagai pilar kemajuan kota.
- Pengembangan kebijakan yang berbasis data dan riset.
- Kolaborasi dengan institusi pendidikan, salah satunya dalam upaya penanganan stunting.
Pengabdian Sidig Handanu menjadi inspirasi bagi banyak pihak, menunjukkan bahwa dedikasi dan semangat untuk melayani dapat terus berlanjut bahkan setelah masa tugas formal berakhir.






















