Lokal  

Bobol Gerai Laundry SPBU Kebon Jeruk: Kaca Pecah, Sepatu Pelanggan Hampir Hilang

Gerai Laundry di Kebon Jeruk Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Jakarta Barat – Sebuah gerai laundry yang beroperasi di dalam area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menjadi sasaran empuk kawanan pencuri pada Senin (1/6/2026) dini hari. Aksi nekat dua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic berwarna putih ini terekam kamera CCTV SPBU dari jarak yang cukup jauh, namun detail wajah mereka sulit dikenali.

Peristiwa pembobolan ini menyebabkan pihak manajemen gerai laundry mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat hilangnya berbagai peralatan elektronik operasional dan kerusakan pada bangunan.

Modus Operandi Pelaku

Berdasarkan rekaman CCTV yang ada, aksi pembobolan berlangsung dengan sangat cepat. Salah satu pelaku tampak menunggu di atas motor, sementara rekannya turun dan bertindak sebagai eksekutor. Pelaku dengan sigap memecahkan pintu kaca sebelah kanan gerai yang saat itu sudah dalam kondisi tutup. Setelah berhasil masuk, pelaku langsung menggasak sejumlah barang elektronik yang digunakan untuk operasional, seperti televisi, tablet, telepon genggam, dan berbagai aksesoris outlet.

Ironisnya, tiga unit kamera CCTV yang terpasang di dalam gerai ternyata hanya berfungsi untuk pemantauan langsung (live monitoring) dan tidak memiliki fitur perekaman. Hal ini membuat rekaman CCTV internal tidak dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi detail wajah para pelaku.

Kondisi gerai yang porak-poranda pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan SPBU yang hendak bersiap membuka operasional pom bensin di pagi harinya. Petugas laundry, Raka, menceritakan bahwa setibanya di lokasi, ia mendapati area kerjanya sudah dikerumuni oleh karyawan SPBU. Laci kasir dalam keadaan terbuka lebar, dan pecahan kaca berserakan di lantai.

Upaya Penjarahan Barang Pelanggan yang Gagal

Dugaan awal menunjukkan bahwa para pelaku juga sempat berniat menjarah barang-barang milik pelanggan yang telah dicuci. Raka menemukan tumpukan sepatu milik pelanggan yang sudah tertata rapi di dalam plastik hitam besar, seolah-olah telah dikemas oleh pelaku untuk dibawa.

“Cuma mungkin dia susah bawanya, akhirnya ditinggalin, yang dibawa cuma elektronik itu. Jadi untuk barang customer aman semua,” ujar Raka.

Meskipun barang-barang pelanggan berhasil diamankan, kerugian materiil yang dialami manajemen gerai diperkirakan mencapai Rp 20 juta. Kerugian ini mencakup hilangnya alat operasional dan biaya perbaikan kerusakan bangunan.

Penutupan Operasional dan Evakuasi Pelayanan

Imbas dari kejadian ini, operasional gerai di Jalan Panjang terpaksa ditutup total untuk dilakukan perbaikan. Untuk memastikan pelayanan terhadap pelanggan tetap berjalan, pihak manajemen memutuskan untuk mengevakuasi seluruh pakaian dan cucian pelanggan ke cabang lainnya di kawasan Bluu Laundry di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Manajemen Gerai Laundry Cabut Laporan Polisi

Dalam perkembangan yang mengejutkan, manajemen Bluu Laundry akhirnya memutuskan untuk menarik kembali laporan polisi yang telah mereka ajukan terkait aksi pembobolan yang menimpa gerai mereka. Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan mendalam mengenai dampak operasional dan kalkulasi bisnis yang dinilai justru akan memperbesar kerugian jika proses hukum dilanjutkan.

CEO Bluu Laundry, James, mengonfirmasi bahwa timnya memang sempat melayangkan laporan ke pihak kepolisian sesaat setelah kejadian. Pihak Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Kebon Jeruk pun telah bergerak cepat dengan mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Namun, James membeberkan tiga pertimbangan utama di balik keputusan mengejutkan tersebut:

  • Biaya Proses Hukum yang Tinggi: Menurut James, melanjutkan proses hukum memerlukan biaya yang tidak sedikit, baik materiil maupun non-materiil. Setelah dikalkulasi, biaya yang diperlukan untuk mengawal kasus ini diprediksi akan melampaui nilai manfaat yang akan diterima oleh perusahaan.

  • Dampak Penutupan TKP terhadap Omzet: Lebih lanjut, James menjelaskan bahwa proses penyelidikan mengharuskan area TKP tetap steril. Hal ini berarti gerai tidak dapat dibuka sama sekali selama penyelidikan berlangsung. Semakin lama toko disegel untuk keperluan investigasi, semakin besar pula kerugian yang timbul akibat hilangnya omzet harian.

  • Kemungkinan Pelaku Tidak Mampu Mengganti Kerugian: James menilai bahwa seandainya pelaku berhasil tertangkap, kecil kemungkinan mereka memiliki kemampuan finansial yang memadai untuk mengganti kerugian yang diderita oleh Bluu Laundry. “Berdasarkan estimasi internal kami, proses birokrasi hukum ini akan memakan waktu dan berjalan bertahap. Di sisi lain, tidak ada kepastian penuh bahwa oknum pelaku mampu atau bisa mengganti kerugian kami. Maka dari itu, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan laporan dan menanggung seluruh biaya perbaikan secara internal,” ungkap James.

Keputusan ini menunjukkan adanya pertimbangan bisnis yang matang dari manajemen Bluu Laundry dalam menghadapi situasi yang merugikan ini. Fokus kini beralih pada pemulihan operasional dan perbaikan gerai yang rusak, sembari tetap memastikan kenyamanan dan kepercayaan pelanggan terjaga.