Nanik S. Deyang Pimpin Badan Gizi Nasional, Lanjutkan Perjuangan Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menunjuk Nanik Sudaryati Deyang, yang akrab disapa Nanik S. Deyang, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Penunjukan ini menandai sebuah babak baru dalam kepemimpinan BGN, menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Dadan Hindayana. Nanik S. Deyang, seorang figur yang memiliki rekam jejak panjang di dunia jurnalistik sebelum terjun ke ranah politik dan pemerintahan, kini mengemban amanah strategis untuk memajukan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah, diharapkan akan semakin berkualitas dan memberikan manfaat optimal di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang. Transisi kepemimpinan ini terjadi di tengah upaya pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, terutama melalui asupan gizi yang memadai bagi generasi penerus bangsa.
“Selamat bekerja kepada pimpinan BGN yang baru. Insyaa Allah akan membawa program MBG makin berkualitas dan bermanfaat untuk seluruh penerima manfaat,” ujar Dadan Hindayana, mantan Kepala BGN, menyambut penunjukan Nanik S. Deyang. Pernyataan ini mencerminkan semangat kolaborasi dan kesinambungan dalam mencapai tujuan bersama di bidang gizi nasional.
Profil Nanik S. Deyang: Perjalanan dari Jurnalis Senior Menuju Pengambil Kebijakan Gizi
Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Dengan usianya yang kini menginjak 58 tahun (per 2026), Nanik telah menorehkan berbagai pengalaman hidup dan profesional yang membentuk karakternya. Latar belakang pendidikannya yang kuat dimulai dengan meraih gelar sarjana (S1) di bidang Biologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Ketekunannya dalam menimba ilmu dilanjutkan dengan jenjang magister (S2) di bidang Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dua institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia.
Perjalanan karier Nanik S. Deyang di dunia jurnalistik dimulai di Tabloid Bangkit, yang merupakan bagian dari Kompas Gramedia Group. Pengalamannya sebagai jurnalis menjadi fondasi penting yang membekalinya dengan kemampuan analisis, komunikasi, dan pemahaman mendalam terhadap isu-isu publik. Keahlian ini kemudian membawanya ke posisi-posisi strategis di berbagai penerbitan media.
Pada tahun 2014, Nanik mengemban amanah sebagai Pemimpin Umum Majalah Femme, sebuah majalah wanita yang memiliki pengaruh besar di Indonesia. Kariernya terus menanjak hingga ia menjabat sebagai Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan, di mana ia bertanggung jawab penuh atas operasional dan strategi penerbitan. Selain itu, rekam jejaknya di industri media juga meliputi peran sebagai komisaris di beberapa media lain, seperti Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic. Pengalaman panjang ini tidak hanya mengasah kemampuan komunikasinya, tetapi juga memberinya wawasan luas mengenai berbagai sektor dan dinamika masyarakat.
Peran dalam Politik dan Pemerintahan: Jembatan Antara Aspirasi Publik dan Kebijakan Strategis
Transisi Nanik S. Deyang dari dunia jurnalistik ke ranah politik dan pemerintahan dimulai pada tahun 2019. Ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional tim pemenangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden 2019. Pengalaman ini menjadi titik awal keterlibatannya dalam arena politik yang lebih luas.
Setelah kemenangan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024, Nanik mendapatkan amanah baru sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BPTASKIN) untuk periode 2024–2025. Dalam posisi ini, ia secara langsung terlibat dalam perumusan dan pelaksanaan program-program strategis pemerintah yang bertujuan untuk menekan angka kemiskinan di seluruh penjuru negeri.
Pada Juni 2025, Nanik kembali mendapatkan kepercayaan dengan ditunjuk sebagai Komisaris Independen di PT Pertamina (Persero), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbesar di Indonesia. Penunjukan ini menunjukkan pengakuan atas kemampuannya dalam mengelola dan memberikan kontribusi strategis di sektor energi dan ekonomi nasional.
Menjadi Wakil Kepala dan Kini Kepala Badan Gizi Nasional
Pada tanggal 17 September 2025, sebuah tonggak penting dalam karier Nanik S. Deyang terjadi ketika Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantiknya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Bersamaan dengan pelantikan ini, ia diberhentikan dari jabatannya di BPTASKIN, menandakan fokusnya yang baru pada isu-isu gizi.
Pengangkatan ini sangat relevan dengan program unggulan pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dirancang untuk meningkatkan status gizi anak-anak usia sekolah. Namun, periode kepengurusannya di BGN tidak lepas dari tantangan. Pada September 2025, terjadi kasus keracunan makanan yang berdampak pada ribuan anak sekolah di berbagai daerah. Menanggapi insiden tersebut, Nanik S. Deyang menunjukkan kepemimpinannya dengan menyampaikan permintaan maaf atas nama BGN dan seluruh pihak terkait. Ia juga mengumumkan penutupan sementara 40 dapur MBG untuk keperluan investigasi mendalam.
Puncak Karier di BGN: Memimpin Program Gizi Nasional
Pada Juni 2026, hanya berselang satu tahun setelah dilantik sebagai wakil kepala, Nanik S. Deyang kembali dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di Badan Gizi Nasional. Ia secara resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, menggantikan Dadan Hindayana.
Penunjukan ini diharapkan akan membawa angin segar dan peningkatan efektivitas dalam upaya perbaikan gizi masyarakat Indonesia. Sebagai Kepala BGN, Nanik S. Deyang kini memikul tanggung jawab penuh untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan program-program strategis pemerintah, terutama program Makan Bergizi Gratis yang menjadi sorotan utama.
Kontribusinya yang signifikan terhadap negara juga telah mendapatkan pengakuan tertinggi. Pada tahun 2025, Nanik dianugerahi tanda kehormatan Bintang Mahaputera Pratama, sebuah apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya dalam melayani bangsa dan negara.
Kontribusi Sosial dan Yayasan: Melengkapi Peran Profesional
Di luar tanggung jawabnya di ranah pemerintahan dan badan nasional, Nanik S. Deyang juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sebuah yayasan yang didirikan oleh Prabowo Subianto. Yayasan GSN memiliki fokus utama pada pemberdayaan anak-anak, perempuan, dan masyarakat yang kurang beruntung, yang selaras dengan misi utamanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program gizi.
Ringkasan Biodata Nanik Sudaryati Deyang
- Nama Lengkap: Nanik Sudaryati Deyang (Nanik S. Deyang)
- Tempat, Tanggal Lahir: Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968
- Usia: 58 tahun (per 2026)
Pendidikan:
* S1 Biologi – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)
* S2 Kehutanan – Universitas Gadjah Mada (UGM)
Karier Jurnalistik dan Media:
* Jurnalis Tabloid Bangkit (Kompas Gramedia Group)
* Pemimpin Umum Majalah Femme (2014)
* Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan
* Komisaris di sejumlah media:
* Info Kuliner
* Peluang Usaha
* The Politic
Karier Politik dan Pemerintahan:
* Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional (BKN) Prabowo Subianto–Sandiaga Uno pada Pilpres 2019
* Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BPTASKIN) periode 2024–2025
* Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) (Juni 2025)
Jabatan di Badan Gizi Nasional (BGN):
* Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sejak 17 September 2025
* Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sejak Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana
Penghargaan:
* Bintang Mahaputera Pratama (2025)
Aktivitas Sosial:
* Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN)
Fokus dan Bidang Pengabdian:
* Pengentasan kemiskinan
* Peningkatan gizi masyarakat
* Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
* Pemberdayaan perempuan, anak-anak, dan masyarakat kurang mampu.




















