Desain yang Memicu Kontroversi
Peluncuran mobil baru sering kali menimbulkan reaksi beragam dari publik. Namun, dalam kasus Ferrari Luce, desain mobil ini justru sengaja menciptakan perdebatan yang tak terduga. Tidak hanya masyarakat umum, tetapi bahkan mantan petinggi Ferrari ikut memberikan kritik tajam terhadap mobil listrik pertama yang dikeluarkan oleh pabrikan asal Italia tersebut.
Beberapa bulan sebelum peluncuran resmi, banyak orang memuji interior dari Luce. Kabin mobil ini dinilai berhasil mengubah dominasi layar sentuh yang selama ini menjadi ciri khas Ferrari. Gantiannya adalah penggunaan tombol, sakelar, serta tuas fisik yang lebih intuitif dan nyaman digunakan. Studio desain LoveFrom, yang dipimpin oleh Jony Ive, dianggap sukses dalam menciptakan interior yang modern namun tetap fungsional.
Namun, ketika sampai pada bagian eksterior, pendapat mulai berbeda. Salah satu tokoh penting dalam sejarah Ferrari, Luca di Montezemolo, yang pernah menjabat sebagai Chairman dan CEO dari tahun 1991 hingga 2014, menyatakan ketidaksukaannya terhadap desain luar mobil tersebut. Ia bahkan menyebut bahwa Luce merupakan mobil langka yang tidak akan ditiru oleh produsen asal Tiongkok.
“Jika saya harus mengatakan apa yang sebenarnya saya pikirkan, saya akan menyakiti Ferrari,” ujarnya kepada media Italia, Askanews. “Kita mempertaruhkan kehancuran sebuah legenda, dan saya sangat menyesalinya. Saya harap setidaknya mereka menghapus logo Kuda Jingkrak dari mobil itu. Ini jelas merupakan mobil yang setidaknya orang Tiongkok tidak akan meniru dari kita,” tambahnya.
Pernyataan di Montezemolo diduga menjadi sindiran terhadap Xiaomi yang sebelumnya meluncurkan SUV YU7 dengan desain yang dianggap mirip dengan Purosangue, salah satu model mobil konvensional Ferrari.
Tidak hanya dari kalangan mantan pejabat, kritik juga datang dari Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Transportasi Italia, Matteo Salvini. Melalui akun X-nya, ia menyampaikan bahwa desain Luce tidak mencerminkan identitas Ferrari.
“Ini sama sekali tidak mirip Ferrari. Apakah ini yang disebut ‘inovasi’? Siapa yang tahu apa yang akan dikatakan Enzo Ferrari,” tulis Salvini.
Dampak pada Pasar Saham
Respons negatif terhadap Luce ternyata tidak hanya berdampak pada opini publik, tetapi juga pada pasar saham. Sesaat setelah mobil itu diperkenalkan, saham Ferrari dilaporkan turun 8,4 persen di Italia dan melemah 5,1 persen di Amerika Serikat.
Ferrari sendiri berharap Luce dapat menarik generasi baru konsumen kaya, terutama mereka yang lebih peduli terhadap isu lingkungan. Namun hingga kini, belum diketahui apakah strategi tersebut benar-benar akan berhasil.
Tujuan dan Harapan
Mobil listrik pertama Ferrari ini dirancang untuk menghadirkan inovasi sekaligus menjawab tantangan industri otomotif global. Dengan menggabungkan teknologi modern dan desain yang menarik, Luce diharapkan mampu memperluas pangsa pasar dan mempertahankan reputasi merek yang telah berdiri selama bertahun-tahun.
Meski masih ada keraguan terhadap desain eksteriornya, keberhasilan Luce akan bergantung pada seberapa baik mobil ini mampu memenuhi ekspektasi konsumen dan mampu membawa perubahan positif bagi dunia otomotif.






















