Keiritan Yamaha NMAX dan Penggunaan Bensin
Yamaha NMAX menjadi salah satu motor yang sangat diminati oleh banyak orang. Selain memiliki desain yang menarik, motor ini juga dikenal memiliki performa yang baik berkat sistem Variable Valve Actuation (VVA) pada mesinnya. Hal ini membuat Yamaha NMAX terasa lebih bertenaga saat digunakan.
Selain tenaga yang mumpuni, Yamaha NMAX juga diklaim irit dalam hal konsumsi bensin. Namun, ada beberapa pengguna yang justru merasa bahwa menggunakan Pertalite lebih irit dibandingkan dengan Pertamax. Mereka mengatakan bahwa konsumsi bensin lebih hemat ketika menggunakan Pertalite, bukan dari segi harga, tetapi dari liter per kilometer.
Meskipun demikian, anjuran resmi dari pabrikan menyebutkan bahwa Yamaha NMAX sebaiknya menggunakan bensin dengan angka oktan minimal 92, seperti Pertamax atau bensin sejenisnya. Hal ini karena kompresi mesin Yamaha NMAX adalah 10,5 : 1. Dengan kompresi yang tinggi, penggunaan bensin dengan oktan rendah dapat memengaruhi kinerja mesin.
Deni Setiana, salah satu pemilik Yamaha NMAX, mengungkapkan keherannya atas keiritan motornya. Ia mengatakan bahwa ia merasa lebih hemat ketika menggunakan Pertalite, meski tidak melihat dari segi harga. Ia menulis di grup Facebook YAMAHA NMAX INDONESIA NMAX LOVER bahwa ia tidak sendirian dalam merasakan hal ini.
Namun, Prof. Tri Yuswidjajanto, dosen teknik mesin ITB dan peneliti LAPI ITB, menjelaskan bahwa keiritan konsumsi bensin tidak hanya bergantung pada jenis bensin yang digunakan. Menurutnya, ada banyak faktor lain yang memengaruhi efisiensi bahan bakar, termasuk cara berkendara dan kondisi mesin.
“Jangan hanya melihat dari jenis BBM yang dipakai,” ujar Tri Yuswidjajanto saat dihubungi MOTOR Plus Online. Ia juga menekankan bahwa tidak semua bensin mahal cocok untuk semua jenis motor. “Tidak selalu bensin lebih mahal itu lebih bagus untuk motor, banyak faktor yang perlu diperhatikan.”
Ia menyarankan kepada pemilik motor untuk mengikuti anjuran pabrikan. Untuk Yamaha NMAX, sebaiknya menggunakan Pertamax sesuai rekomendasi. Jika tidak, bisa terjadi pembakaran yang tidak sempurna, yang akan berdampak pada kinerja mesin.
“Kalau memakai bensin dengan oktan lebih rendah, bisa membuat mesin ngelitik dan kurang optimal dalam pembakaran,” kata Tri. Di sisi lain, menggunakan bensin dengan oktan lebih tinggi juga tidak selalu memberikan manfaat, karena bisa sia-sia bagi mesin.
Soal klaim keiritan Yamaha NMAX ketika menggunakan Pertalite, Tri menilai bahwa hal tersebut hanyalah sugesti dari pengemudi. “Kalau dibilang lebih irit, sebenarnya enggak juga. Cara berkendara justru menjadi faktor utama dalam menghemat atau borosnya bahan bakar,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kemungkinan besar klaim tersebut berasal dari pengguna sendiri. “Bisa jadi sugesti dari pemilik (Yamaha NMAX) itu sendiri,” tutupnya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Bensin
Cara Berkendara:
Perilaku pengemudi dalam mengoperasikan kendaraan sangat memengaruhi konsumsi bensin. Misalnya, akselerasi yang terlalu cepat atau sering berhenti dan mulai kembali dapat meningkatkan penggunaan bensin.Kondisi Mesin:
Kondisi mesin yang baik dan terawat akan memastikan pembakaran yang optimal, sehingga mengurangi konsumsi bensin.Pemilihan Bensin:
Penggunaan bensin sesuai anjuran pabrikan sangat penting untuk menjaga kinerja mesin dan efisiensi bahan bakar.Suhu Lingkungan:
Suhu lingkungan juga memengaruhi konsumsi bensin. Cuaca panas dapat menyebabkan mesin bekerja lebih keras, sehingga menghabiskan lebih banyak bahan bakar.
Dengan memahami faktor-faktor tersebut, pengguna Yamaha NMAX dapat lebih bijak dalam memilih bensin dan mengoptimalkan penggunaan kendaraan mereka.






















