Berita Populer di Kalimankan Timur dalam 24 Jam Terakhir
Beberapa artikel mengenai peristiwa atau informasi terkini di kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur menjadi berita populer dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Selasa (12/5/2026). Berikut tiga berita paling populer di Kalimantan Timur:
1. Perampokan Bermodus Kurir di Samarinda, Korban dan Anak Dilakban Saat Salat Ashar
Warga di kawasan Jalan KH Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur mendadak geger pada Jumat (1/5/2026) lalu. Aksi perampokan yang terjadi sekitar pukul 15.30 WITA menjadi hari mencekam bagi Syamsuddin (58) dan keluarganya.
Tak sekadar menjarah harta, para pelaku bertindak sadis dengan nekat mengikat korban beserta anaknya menggunakan lakban agar tidak melakukan perlawanan atau berteriak meminta pertolongan. Pelaku menyamar sebagai kurir paket untuk memancing penghuni rumah keluar.
Saat anak korban keluar untuk mengambil paket, pelaku langsung menodongkan senjata menyerupai pistol. Lebih lanjut dijelaskan Kapolsek bahwa anak korban yang tak berdaya langsung diseret ke dalam rumah. Dalam kondisi lemah, tangan, kaki, hingga mulut sang anak dilakban oleh para pelaku yang beringas.
Pelaku Tembak Plafon Rumah
Syamsuddin yang baru saja menyelesaikan salat Ashar dikejutkan dengan kehadiran tiga pria bermasker di dalam rumahnya. Salah satu pelaku merangsek maju dan menempelkan sebilah badik tajam ke leher Syamsuddin. “Korban diancam jangan bergerak, kemudian tangan dan mulutnya langsung dilakban,” tambah AKP Baihaki.
Ketegangan memuncak saat para pelaku menggiring Syamsuddin ke kamar untuk mencari uang tunai. Korban sempat meminta pelaku menunggu sejenak karena istrinya baru saja selesai mandi di dalam kamar tersebut. Mendengar permintaan korban, salah satu pelaku justru naik pitam dan melepaskan tembakan ke arah plafon menggunakan senjata jenis airsoft gun. Plafon rumah pun berlubang, membuat nyali korban menciut demi keselamatan keluarganya.
Dalam kondisi terdesak, Syamsuddin menyerahkan uang Rp10 juta dalam tas. Korban juga memberikan tambahan Rp1 juta dari saku celananya agar para pelaku tidak menggeledah kotak perhiasan emas milik istrinya. Tak puas, para perampok juga menggasak barang-barang lainnya seperti ponsel Redmi Note 14, MacBook Apple, laptop Asus, iPad, ponsel Realme XT hingga uang Rp100 ribu dari dompet istri korban.
Empat Pelaku Berhasil Ditangkap
Polisi mengetahui laporan terjadinya perampokan dari warga sekitar yang melapor. Korban yang juga saksi utama mengaku kepada pihak Polsek Samarinda Seberang bahwa dirinya berhasil menyelamatkan diri dengan cara bekerja sama menarik lakban yang melilit di tangan. “Jadi korban saling tarik menarik dengan istrinya sampai terlepas, baru keluar meminta pertolongan warga yang kemudian melapor kepada kami,” tukasnya.
Tak butuh waktu lama bagi korps Bhayangkara untuk bertindak. Berbekal rekaman CCTV warga, tim gabungan dari Jatanras Polda Kaltim, Polresta Samarinda, dan Polsek Samarinda Seberang melakukan perburuan kilat. Hasilnya, empat tersangka berhasil diciduk di tempat berbeda: MN (42), LP (45), RD (42), MT (38).
2. Kasus Kematian Pria di Bontang Usai Jatuh dari Pohon Mangga, Polisi Bongkar Fakta Rekonstruksi
Kasus kematian Ri (35), warga Kelurahan Berbas Pantai, yang meninggal dunia usai terjatuh dari pohon mangga di Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, terus menyita perhatian publik. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (5/5/2026) dini hari itu bahkan memicu kemarahan keluarga hingga berujung kericuhan di lokasi kejadian.
Untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh, Polres Bontang menggelar rekonstruksi di Gang Bersama 7 RT 32, Kelurahan Api-Api, Sabtu (9/5/2026). Dalam reka ulang tersebut, polisi memperagakan sebanyak 40 adegan dengan menghadirkan sejumlah saksi, termasuk MR yang merupakan rekan korban dan berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Kronologi Lengkap
Berdasarkan hasil rekonstruksi, peristiwa bermula saat Ri bersama MR berada di lokasi kejadian pada dini hari. Korban disebut memanjat pohon mangga milik warga, sementara MR menunggu di atas sepeda motor. Namun aksi mereka dipergoki warga sekitar. Saat situasi mulai ramai, MR langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor, sementara korban masih berada di atas pohon.
Dalam kondisi panik, korban diduga mencoba turun dengan cara melompat. Nahas, tubuhnya terjatuh dan bagian kepala menghantam pagar beton di sekitar lokasi. Polisi mengungkap, saksi-saksi yang berada di lokasi awalnya tidak mengetahui korban telah jatuh karena fokus mengejar MR yang melarikan diri.
3. Ketua RT di Balikpapan Kaget Rumah Warganya Jadi Home Industri Sabu, Pelaku Dikenal Santun
Ketua RT 38 Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota, Balikpapan, Rachman, mengaku terkejut saat mengetahui salah satu rumah warganya dijadikan lokasi home industri narkotika jenis sabu. Kasus tersebut sebelumnya diungkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim dan diduga terhubung jaringan Malaysia dengan bahan baku pembuatan sabu dikirim dalam bentuk cairan.
Rachman mengaku sama sekali tidak menaruh curiga terhadap aktivitas terduga pelaku OH yang diketahui tinggal bersama ibunya di rumah tersebut. “Tidak ada gelagat mencurigakan sama sekali. Orangnya santun, sopan sama saya. Kadang lewat buang sampah, biasa saja seperti warga lain,” ujar Rachman saat ditemui, Senin (11/5/2026).
Ia menceritakan, dirinya didatangi tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.15 Wita untuk diminta menyaksikan proses penggeledahan. Saat itu, polisi mengajaknya masuk ke dalam rumah untuk melihat langsung barang bukti yang ditemukan di dalam kamar terduga pelaku. “Saya diminta masuk menyaksikan barang bukti. Saya lihat langsung ada botol cairan dan kompor. Memang terlihat alat-alat yang dipakai untuk mengolah narkoba,” katanya.
Menurutnya, proses pembuatan sabu itu dilakukan di sebuah kamar di dalam rumah orang tua pelaku. “Posisinya di ruangan kamar. Kayak bukan kamar tidur biasa, lebih seperti ruangan untuk mengolah sesuatu,” ungkapnya. Rachman menyebut rumah tersebut merupakan rumah lama yang sudah puluhan tahun berdiri dan berada di tengah permukiman padat warga.






















