Bau Kapur Barus yang Menyengat dan Mitos yang Terus Berulang
Kapur barus dikenal memiliki aroma yang tajam dan menyengat. Karena sifat aromanya yang kuat, banyak orang percaya bahwa bahan ini efektif untuk mengusir tikus dari rumah. Namun, apakah benar bahwa kapur barus bisa digunakan sebagai alat pengusir tikus?
Faktanya, kapur barus tidak terbukti ampuh dalam mengusir tikus. Para ahli pengendalian hama menegaskan bahwa penggunaan kapur barus untuk tujuan tersebut hanyalah mitos yang terus berulang di masyarakat. Memahami fungsi kapur barus yang sebenarnya sangat penting agar masyarakat tidak salah langkah, yang justru bisa membahayakan kesehatan penghuni rumah.
Fungsi Sebenarnya dari Kapur Barus
Berdasarkan keterangan dari National Pesticide Information Center, kapur barus, baik dalam bentuk bola, serpihan, kristal, maupun batangan, tergolong sebagai insektisida. Bahan ini bekerja dengan melepaskan gas beracun di ruang tertutup dan kedap udara untuk membunuh ngengat pakaian, kutu perak, serta serangga pemakan serat yang merusak kain wol.
Namun, kapur barus tidak dirancang untuk mengusir atau membasmi hewan pengerat seperti tikus. Bahkan, terdapat banyak metode pengendalian ngengat yang lebih aman dan minim risiko dibandingkan kapur barus. Selain itu, National Poison Control Center memperingatkan bahwa paparan uap kapur barus secara berlebihan, tertelan, atau sering disentuh dapat berdampak toksik bagi manusia.
Mengapa Kapur Barus Tidak Efektif Mengusir Tikus?
Menurut para ahli, kapur barus kerap digunakan di lokasi yang tidak tepat dan untuk sasaran hama yang keliru. Mitos ini bertahan karena kapur barus kadang diklasifikasikan sebagai rodentisida, yakni zat yang dapat membunuh tikus. Namun, dalam praktiknya, tikus tidak akan memakan kapur barus selama masih tersedia sumber makanan lain di sekitarnya.
Artinya, kapur barus bukanlah penangkal yang efektif. Bau menyengatnya pun tidak cukup kuat untuk membuat tikus menjauh secara permanen.
Risiko Penggunaan Kapur Barus di Rumah
Alih-alih mengusir tikus, kapur barus justru lebih sering menimbulkan masalah baru. Di dalam rumah, bau kapur barus dapat menempel pada pakaian dan menyebar ke udara, yang menyebabkan ketidaknyamanan. Lebih dari itu, bentuknya yang menyerupai permen membuat kapur barus berisiko tertelan oleh anak-anak, hewan peliharaan, maupun lansia.
Sementara di luar rumah, penggunaan kapur barus juga tidak dianjurkan. Menaburkannya di halaman atau kebun tidak akan mengusir tikus, tupai, ular, atau hewan liar lainnya. Sebaliknya, bahan kimia ini berpotensi mencemari tanah dan sumber air.
Cara Efektif Mencegah Tikus Masuk ke Rumah
Jika ingin mengendalikan tikus secara aman dan efektif, para ahli menyarankan pendekatan yang lebih tepat sasaran. Tikus rumah merupakan salah satu hama paling umum yang dapat mencemari makanan, merusak bangunan, dan membawa risiko kesehatan.
Jika sudah terjadi, penggunaan perangkap jepret atau perangkap ramah hewan di jalur aktivitas tikus bisa menjadi langkah awal. Untuk kasus berat, bantuan jasa pengendalian hama profesional sangat disarankan.
Berikut adalah cara mencegah tikus masuk ke rumah:
- Tutup semua celah atau lubang berukuran lebih dari 0,6 sentimeter. Wol baja dapat digunakan sebagai penutup sementara sebelum perbaikan permanen dilakukan.
- Pastikan pintu, jendela, dan kawat kasa terpasang rapat. Tikus mampu mengerat plastik, karet, dan bahkan kayu.
- Simpan makanan dalam wadah kedap udara berbahan kaca atau logam.
- Jaga kebersihan dapur dan area makan dengan membersihkan meja, menyapu lantai, serta membuang sampah setiap hari.
- Kurangi tumpukan barang, terutama kardus, yang sering menjadi tempat persembunyian tikus.
- Jauhkan barang simpanan sekitar 60-90 sentimeter dari dinding luar rumah. Area terbuka membuat tikus enggan muncul.
- Perhatikan makanan hewan peliharaan. Kosongkan mangkuk makan pada malam hari dan simpan pakan dalam wadah tahan tikus.






















