JAKARTA — Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (8/5/2026), Indeks Bisnis-27 dibuka di zona merah dengan mengalami penurunan ke level 480,86. Penurunan ini terjadi karena tekanan dari sejumlah saham utama seperti ANTM, BRMS, dan KLBF.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Bisnis-27 yang merupakan hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia turun ke level 480,86. Indeks ini bergerak dalam kisaran antara 477,69 hingga 481,29 selama sesi perdagangan pagi hari.
Dari 27 konstituen yang terdapat dalam indeks tersebut, sebanyak delapan saham dibuka di zona hijau, dua saham stagnan, dan sisanya yaitu 17 saham lainnya dibuka di zona merah.
Salah satu saham yang mengalami penurunan adalah PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM). Saham ANTM turun sebesar 2,58% menjadi Rp3.780 per saham. Sementara itu, saham Grup Bakrie PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) juga melemah sebesar 2,40% menjadi Rp815 per saham.
Selain itu, saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) juga mengalami penurunan sebesar 1,67% menjadi Rp885 per saham pada sesi pagi hari. Beberapa saham lain yang turun antara lain:
- Saham MBMA turun 1,53% menjadi Rp645 per saham.
- Saham CPIN turun 1,42% menjadi Rp4.160 per saham.
- Saham ICBP melemah 1,39% menjadi Rp7.075 per saham.
Di sisi lain, beberapa saham berhasil menguat pada sesi pagi hari. Contohnya:
- Saham MEDC naik 1,58% menjadi Rp1.610 per saham.
- Saham MAPI menguat 1,54% menjadi Rp1.315 per saham.
- Saham MIKA meningkat 1,05% menjadi Rp1.930 per saham.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada level 7.182,96 pagi ini. Namun, IHSG akhirnya ambrol ke zona merah seiring pergerakan pasar yang tidak stabil. Indeks ini bergerak dalam rentang antara 7.151 hingga 7.186.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 197 saham menguat, 255 saham turun ke zona merah, dan 209 saham stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp12.792 triliun pada hari ini.
Perlu diperhatikan bahwa berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Pihak penyedia berita tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi yang diambil oleh pembaca.






















