Local  

Kronologi Pria Tua di Kertak Hanyar Banjar Ditemukan Meninggal, Awalnya dari Kecurigaan Tetangga

Penemuan Pria Tua yang Meninggal Dunia di Rumah Sendirian

Pada hari Kamis malam (7/5/2026), terjadi penemuan seorang pria tua yang meninggal dunia di kediamannya di Jalan Tembingkar Kanan RT 11, Desa Simpang Empat, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kejadian ini berawal dari kecurigaan tetangga sekitar yang melihat rumah tersebut dalam keadaan terbuka meskipun sudah senja.

“Tetangga sebelah ini melihat rumah terbuka padahal sudah senja, lalu memberi tahu saya di seberang,” ujar Yamin, tetangga depan rumah yang pertama kali mendapat informasi mengenai kejadian tersebut.

Pria tua yang akrab disapa Pak De (80) ditemukan dalam kondisi tersungkur di ruang tamu rumah sewa yang ia tempati sendirian. Saksi yang masuk ke dalam rumah mencoba memastikan keadaannya.

“Dia sudah tersungkur di sini, dipanggil-panggil tidak nyahut dan tangannya itu sudah dingin,” tambah Yamin.

Kejadian ini mengejutkan warga sekitar. Setelah mengetahui situasi tersebut, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Tak lama setelah laporan diterima, aparat kepolisian setempat bersama relawan tiba di lokasi untuk mengamankan area hingga kedatangan Tim Inafis Polres Banjar.

Sekitar pukul 22.35 Wita, Tim Inafis pun tiba di lokasi. Saat dilakukan pemeriksaan awal oleh tim, tidak ditemukan kartu identitas pada jasad pria tua tersebut.

“KTPnya tidak ada juga tadi diperiksa, kami biasa memanggil dia Pak De aja,” kata Yamin.

Setelah proses identifikasi di lokasi, jasad kemudian dibawa ke Ruang Jenazah RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses identifikasi dilakukan guna memastikan identitas korban serta penyebab kematian secara pasti.

Proses Identifikasi dan Tindakan Lanjutan

Tim Inafis melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad korban. Meskipun tidak ditemukan dokumen identitas seperti KTP, pengenalan korban dilakukan melalui ciri-ciri fisik dan informasi dari tetangga sekitar.

Beberapa hal yang menjadi perhatian utama dalam proses identifikasi antara lain:

  • Ciri-ciri fisik – Berdasarkan penjelasan dari tetangga, korban memiliki ciri-ciri khas seperti usia, postur tubuh, dan pakaian yang dikenakan saat ditemukan.
  • Identifikasi melalui data penduduk – Pihak kepolisian akan mencari data penduduk terkait korban dengan bantuan dari pihak desa atau kelurahan setempat.
  • Koordinasi dengan keluarga – Jika diperlukan, pihak berwajib akan berkoordinasi dengan keluarga korban untuk memastikan identitas dan proses pemulangan jasad.

Selain itu, pihak kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan terhadap lingkungan sekitar rumah korban. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah ada indikasi tindak kejahatan atau faktor-faktor lain yang menyebabkan kematian korban.

Peran Tetangga dalam Menyelamatkan Waktu

Peran tetangga sangat penting dalam kejadian ini. Kejadian yang awalnya hanya diperhatikan oleh satu orang tetangga akhirnya bisa diketahui oleh banyak orang, sehingga tindakan cepat dapat dilakukan.

Yamin, yang merupakan tetangga dekat, menjelaskan bahwa kecurigaan awal muncul karena melihat rumah korban dalam keadaan terbuka. Ia langsung memberi tahu tetangga lain dan akhirnya membantu memastikan kondisi korban.

Proses identifikasi dan investigasi masih terus berlangsung. Pihak berwajib berharap dapat segera menemukan identitas korban dan menentukan penyebab kematian secara pasti. Dengan adanya koordinasi yang baik antara warga dan aparat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali.