Durian, Raja Buah yang Harus Dikonsumsi dengan Bijak
Durian, sering disebut sebagai “raja buah”, memiliki aroma yang khas dan rasa manis yang legit. Meskipun sangat lezat, durian ternyata bisa menyimpan risiko kesehatan jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau minuman tertentu. Meski kaya akan manfaat, konsumsi durian yang tidak tepat—terutama ketika dipadukan dengan makanan atau minuman yang salah—bisa berdampak negatif bagi tubuh.
Dr. Huynh Tan Vu dari Rumah Sakit Universitas Kedokteran dan Farmasi Ho Chi Minh City menjelaskan bahwa durian mengandung vitamin, mineral, serat, protein, dan fitonutrien dalam jumlah tinggi. Di balik rasanya yang lezat, durian dapat membantu memperkuat sistem imun, memperlancar pencernaan, menurunkan tekanan darah, hingga meredakan gejala cemas dan depresi.
Namun, di balik semua manfaat tersebut, terdapat empat jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat mengonsumsi durian.
1. Alkohol: Kombinasi Panas Berbahaya
Mengonsumsi durian bersama alkohol dapat memicu peningkatan panas dalam tubuh secara ekstrem. Hal ini sangat berbahaya bagi penderita tekanan darah tinggi atau diabetes karena bisa menyebabkan sakit kepala, jantung berdebar, hingga risiko perdarahan atau stroke.
“Kombinasi durian dan alkohol menyebabkan tubuh terlalu panas. Pada penderita hipertensi atau diabetes, ini bisa berujung pada komplikasi serius,” ujar Dr. Vu.
2. Daging Tertentu dan Makanan Laut
Durian kaya akan gula, lemak, kalium, dan memiliki indeks glikemik yang tinggi. Ketika dikombinasikan dengan daging berlemak seperti daging sapi, kambing, atau makanan laut—yang sudah tinggi lemak jenuh dan protein—kombinasi ini bisa memicu lonjakan kolesterol secara drastis. Hati-hati, ini bisa berdampak pada kesehatan jantung.
3. Makanan Pedas
Sifat durian yang “menghangatkan” tubuh bisa makin parah bila dikombinasikan dengan makanan pedas seperti cabai, jahe, bawang putih, atau lada. Kombinasi ini memicu rasa gelisah, tidak nyaman, hingga gangguan lambung.
4. Kopi
Durian mengandung senyawa belerang yang dapat menghambat kerja enzim aldehyde dehydrogenase saat bercampur dengan kafein dari kopi. Akibatnya, tubuh gagal menetralkan hingga 70% zat oksidan dalam sel. Akumulasi toksin pun bisa terjadi, memicu gangguan kesehatan serius.
Siapa yang Harus Menghindari Durian?
Meski bernutrisi tinggi, durian bersifat “panas” dan mengandung kalori yang cukup tinggi. Artinya, ada kelompok tertentu yang sebaiknya membatasi atau bahkan menghindari konsumsi durian:
- Penderita Jerawat dan “Panas Dalam”: Dalam pengobatan tradisional Timur, durian dikategorikan sebagai makanan “panas” yang bisa memperparah jerawat dan peradangan.
- Ibu Hamil: Durian bisa menyebabkan kembung dan gangguan pencernaan pada ibu hamil karena kadar gula dan sifat menghangatkannya yang tinggi.
- Penderita Flu, Batuk, atau Sembelit: Durian dapat meningkatkan produksi dahak, memperburuk kondisi radang tenggorokan, serta memperparah sembelit dan wasir.
- Penderita Diabetes, Obesitas, atau Hipertensi: Dengan indeks glikemik hingga 70% dan kandungan kalori tinggi, durian dapat memicu lonjakan kadar gula darah dan tekanan darah.
- Pasien Gagal Ginjal atau Penyakit Jantung: Kadar kalium yang tinggi dalam durian berbahaya bagi mereka yang memiliki gangguan fungsi ginjal atau jantung, karena bisa memicu aritmia atau serangan jantung mendadak.
- Lansia dan Penderita Infeksi atau Masalah Ginekologi: Durian kaya akan selulosa yang bisa menyebabkan penyumbatan usus pada lansia. Sementara itu, penderita tumor ginekologi, masalah prostat, atau infeksi juga dianjurkan untuk menjauhinya.
- Mereka yang Sedang Diet: Satu kilogram durian mengandung sekitar 1.350 kalori—setara kebutuhan kalori harian rata-rata orang dewasa. Satu potong kecil (40 gram) saja mengandung 56 kalori. Bagi yang sedang berusaha menurunkan berat badan, cukup konsumsi 2–3 potong durian (168–339 kalori) maksimal dua kali dalam seminggu.
Durian memang lezat dan bermanfaat, tetapi seperti semua hal baik dalam hidup—harus dikonsumsi dengan bijak. Kenali kondisi tubuh Anda, perhatikan pasangan makanannya, dan jangan ragu berkonsultasi dengan ahli jika ragu.
“Nikmatilah durian, tapi jangan sampai nikmat sesaat membawa akibat yang berat,” pungkas Dr. Vu.






















