Irjen Asep Wanti-wanti Soal Keamanan Pangan Program MBG di Kepri

MBG di Kepri
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menerima audiensi jajaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Kepri di Ruang Kerja Kapolda Kepri, Batam, Selasa (2/6/2026). (Foto: Ist)

Patrolmedia, Batam – Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin memberikan catatan penting terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kepri.

Jenderal bintang 2 ini mewanti-wanti seluruh pihak untuk menjaga ketat standar keamanan pangan (food security).

Hal itu ditegaskan Asep saat menerima audiensi jajaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Kepri di Ruang Kerja Kapolda Kepri, Batam, Selasa (2/6/2026).

“Seluruh pihak harus memastikan keamanan pangan (food security) tetap terjaga agar program dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Asep, Selasa (2/6/2026).

Selain masalah kualitas makanan, Asep menyoroti pentingnya strategi komunikasi publik yang efektif.

Ia berharap BKKBN dan jajaran terkait untuk gencar mengedukasi guna membentengi warga dari kabar bohong yang sengaja dihembuskan untuk menjatuhkan program MBG besutan Presiden Prabowo Subianto.

“Program yang baik harus didukung dengan edukasi dan komunikasi yang baik pula. Publikasi dan testimoni dari masyarakat penerima manfaat perlu dimaksimalkan,” kata Asep.

“Ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” tambahnya.

Meski memberikan sejumlah catatan krusial, Polda Kepri berkomitmen menyukseskan program prioritas nasional.

Terlebih, target sasaran program ini menyasar kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) sebagai upaya memotong rantai stunting.

Asep dan jajarannya siap mengoptimalkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG di Kepri serta mengerahkan fasilitas kesehatan (faskes) internal milik Korps Bhayangkara.

“Kami melihat adanya kesinambungan program antara BKKBN dan Polda Kepri, termasuk dalam mendukung operasional SPPG. Kami terus menekankan agar program ini berjalan secara maksimal,” kata Asep.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri dr Victor mengapresiasi respons cepat dan dukungan Polda Kepri.

Menurutnya, keterlibatan Polri sangat krusial karena 2026 ini pihaknya membidik ribuan keluarga untuk diselamatkan dari stunting.

Lewat Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) tahun 2026, BKKBN mematok target yang cukup besar di Kepri.

“Pada tahun 2026 ini, kami menargetkan 5.612 keluarga penerima manfaat yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepri,” sebut Victor.

Selain Program Genting, BKKBN berharap dukungan jajaran Polres hingga Polsek untuk ikut mengawasi jalannya program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) serta tempat penitipan anak (day care), agar standarnya sesuai aturan yang berlaku.

 

(Ipl/Ipl)