Local  

Pelajar Terlambat ke Sekolah, Angkot Selamatkan Diri ke Polisi

Kecemasan di Jalan Pasuketan, Angkot Selamatkan Penumpang dengan Masuk ke Mapolres

Pada Senin sore (27/4/2026), sebuah angkutan kota (angkot) yang sedang membawa sejumlah pelajar SMK mengalami situasi yang memicu kepanikan. Kejadian ini terjadi saat angkot trayek Gunung Sari–Celancang (GG) melintas di sekitar perempatan lampu merah BAT, Jalan Pasuketan, Cirebon.

Di dalam angkot tersebut, terdapat beberapa pelajar, termasuk siswi, yang sedang dalam perjalanan pulang seperti biasanya. Namun, tiba-tiba situasi berubah drastis ketika rombongan pelajar lain yang menggunakan sepeda motor muncul dari arah belakang. Diduga, mereka mengetahui bahwa penumpang angkot adalah pelajar SMK asal Kecamatan Mundu.

Tanpa basa-basi, rombongan pelajar tersebut langsung melakukan pengejaran. Kondisi di dalam angkot pun menjadi mencekam. Pihak sopir angkot langsung mengambil keputusan cepat untuk menghindari ancaman yang mungkin terjadi.

Dengan kecepatan tinggi, sopir angkot membelokkan kendaraannya menuju Mapolres Cirebon Kota untuk mencari perlindungan. Setibanya di halaman kantor polisi, para pelajar bersama sopir bergegas turun dan meminta bantuan kepada petugas yang berjaga.

Petugas jaga langsung merespons dengan cepat. Mereka segera berkoordinasi dengan jajaran Polsek untuk melakukan pengejaran terhadap rombongan pelajar yang diduga ingin melakukan penyerangan. Sayangnya, saat penyisiran dilakukan, kelompok tersebut telah melarikan diri ke arah Jalan Karanggetas dan Jalan Siliwangi.

Untuk memastikan keselamatan para pelajar, petugas dari Unit Pamapta bersama SPKT kemudian melakukan pengawalan hingga angkot tersebut tiba dengan aman di wilayah Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon.

Tanggapan dari Kepolisian

Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M Aris Hermanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap tindakan cepat sopir angkot yang dinilai tepat dalam situasi darurat.

“Kami mengapresiasi tindakan sopir angkot yang datang ke Polres untuk meminta bantuan pengamanan demi menyelamatkan penumpangnya dari kejaran kelompok pelajar tak dikenal yang diduga hendak melakukan penyerangan,” ujarnya.

Aris juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan selalu merespons setiap laporan masyarakat. “Kami langsung merespons dengan melakukan pengawalan terhadap pelajar hingga tiba dengan aman di wilayah Kapetakan,” tambahnya.

Imbauan untuk Masyarakat

Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan kepolisian jika menghadapi situasi darurat. “Jika masyarakat membutuhkan bantuan, silakan menghubungi Layanan Polisi 110 yang siap melayani 24 jam,” ajaknya.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan ancaman yang bisa terjadi di tengah jalanan. Dengan respons cepat dari pihak kepolisian, situasi akhirnya dapat dikendalikan tanpa korban jiwa.