Perubahan Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Gorontalo
Pasar Sentral Gorontalo kembali menjadi pusat perhatian akibat fluktuasi harga bahan pokok yang terjadi pada 27 April 2026. Berbagai komoditas mengalami perubahan harga, baik penurunan maupun kenaikan, yang dipengaruhi oleh kondisi pasokan dan permintaan pasar.
Harga Beras yang Stabil
Salah satu komoditas yang menunjukkan stabilitas adalah beras. Harga beras per karung saat ini berada pada kisaran Rp700 ribu hingga Rp800 ribu. Pedagang beras, Ruaida (65), menyatakan bahwa meskipun daya beli masyarakat sedikit berubah, harga beras tetap relatif stabil.
Variasi Harga Minyak Goreng
Minyak goreng juga mengalami variasi harga. Untuk minyak goreng curah, harga berkisar antara Rp385 ribu hingga Rp405 ribu per jerigen. Sementara itu, untuk minyak goreng dalam kemasan eceran, botol kecil dijual seharga Rp13 ribu dan botol besar seharga Rp31 ribu. Pedagang minyak, Agus (59), menjelaskan bahwa perbedaan harga tersebut disebabkan oleh distribusi pasokan yang tidak merata.
Perubahan Harga Bumbu Dapur
Pergerakan harga lebih terasa pada kelompok bumbu dapur. Cabai rawit mengalami penurunan harga hingga Rp50 ribu per kilogram. Sementara itu, bawang merah tetap bertahan di harga Rp45 ribu per kilogram, dan cabai besar tidak mengalami perubahan dengan harga Rp35 ribu per kilogram. Namun, tomat justru mengalami kenaikan harga hingga Rp20 ribu per kilogram.
Penurunan Harga Telur
Telur juga mengalami tren penurunan harga. Pedagang Apol (41) menyampaikan bahwa telur dijual sekitar Rp65 ribu per rak kecil dan Rp72 ribu untuk rak besar. Jika dijual satuan, harga telur berada di kisaran Rp2.300 hingga Rp2.400 per butir.
Kondisi Pasar yang Fluktuatif
Secara keseluruhan, harga bahan pokok di Pasar Sentral Gorontalo masih bergerak fluktuatif. Para pedagang berharap distribusi pasokan dapat berjalan lancar agar harga bisa lebih stabil dan tidak memberatkan masyarakat.




















