Local  

Air Bersih Belum Merata di Kalibamba, Warga Kritik Proyek Rp1,36 Miliar

Warga Dusun Kalibamba Keluhkan Distribusi Air Bersih yang Tidak Merata

Warga Dusun Kalibamba, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, mengeluhkan distribusi air bersih yang hingga kini masih tidak merata. Meskipun proyek pembangunan jaringan air bersih telah selesai dan menelan anggaran miliaran rupiah, kondisi di lapangan belum sesuai harapan.

Proyek Pengembangan Jaringan Distribusi dan Sambungan Rumah Desa Polewali (DAK) memiliki pagu anggaran sebesar Rp1.366.000.000, dengan nilai HPS mencapai Rp1.366.181.926. Proyek ini berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pasangkayu dan telah dinyatakan selesai melalui proses tender.

Namun, meski instalasi pipa dan keran sudah terpasang, aliran air bersih belum menjangkau seluruh rumah. Sebagian warga mengaku telah menikmati aliran air, tetapi banyak yang sama sekali belum teraliri. Hal ini sudah berlangsung cukup lama, menurut pengakuan salah satu warga, Hasan.

Distribusi Air Belum Optimal di Musim Kemarau

Masalah utama terletak pada jaringan pipa yang belum terhubung secara optimal. Akibatnya, distribusi air tidak berjalan maksimal. Hingga kini, belum ada kepastian kapan masalah tersebut akan dituntaskan. Kondisi ini semakin memperparah kesulitan warga, terutama saat musim kemarau.

Warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari, seperti mencuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya. “Sekarang musim kemarau, air sangat sulit didapatkan. Untuk kebutuhan dasar saja kami kewalahan,” ujar salah satu warga.

Dengan nilai proyek yang mencapai lebih dari Rp1,3 miliar, masyarakat mulai mempertanyakan efektivitas pelaksanaan pekerjaan tersebut. Mereka mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi serta memastikan jaringan yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal.

Selain itu, warga juga meminta adanya transparansi terkait kendala teknis yang menyebabkan distribusi air belum berjalan normal. “Kami berharap jika memang ada kendala, bisa disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar kami juga memahami kondisi yang sebenarnya,” tambah warga.

Tantangan dalam Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih

Beberapa faktor mungkin menjadi penyebab ketidakmerataan distribusi air bersih di Dusun Kalibamba. Salah satunya adalah perencanaan yang kurang tepat atau pelaksanaan yang tidak sesuai dengan harapan. Selain itu, mungkin ada masalah teknis dalam sistem jaringan pipa yang menyebabkan aliran air tidak merata.

Warga juga khawatir tentang kualitas air yang mereka terima. Beberapa dari mereka mengeluhkan bahwa air yang tersedia tidak layak digunakan karena tercemar atau tidak cukup bersih. Hal ini menambah kompleksitas masalah yang dihadapi oleh masyarakat setempat.

Perlu Evaluasi dan Transparansi

Masyarakat meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi terhadap proyek tersebut. Evaluasi ini penting untuk mengetahui penyebab ketidakberhasilan distribusi air dan bagaimana solusi dapat ditemukan. Selain itu, transparansi dalam komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan agar semua pihak dapat memahami situasi yang terjadi.

Warga juga menyarankan agar pihak terkait memberikan informasi yang jelas tentang rencana perbaikan dan kapan distribusi air akan kembali normal. Ini akan membantu masyarakat untuk merencanakan kebutuhan air mereka secara lebih baik.

Langkah yang Diharapkan

Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah antara lain:

  • Melakukan audit terhadap sistem jaringan pipa dan menemukan titik-titik yang mengalami gangguan.
  • Memperbaiki jaringan pipa yang rusak atau tidak terhubung dengan baik.
  • Memberikan informasi yang jelas dan terbuka kepada masyarakat tentang kondisi proyek dan rencana perbaikan.
  • Mengadakan sosialisasi kepada warga tentang cara menggunakan sistem air yang telah dibangun.

Dengan tindakan-tindakan tersebut, diharapkan distribusi air bersih di Dusun Kalibamba dapat berjalan secara merata dan optimal.