Upaya Pemkab Kotim untuk Menghidupkan Pasar PPM Sampit
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya mengembangkan kawasan Pasar Pusat Perdagangan Masyarakat (PPM) Sampit agar kembali ramai dan produktif. Berbagai langkah dilakukan, termasuk memanfaatkan ruang yang masih kosong di lantai atas pasar untuk menjadi tempat usaha baru yang lebih menarik bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotim, Muslih, menyampaikan bahwa pihaknya sedang menjajaki berbagai konsep untuk memperbaiki kondisi pasar tersebut. Ia mengatakan bahwa saat ini situasi malam hari terlihat cerah dan menunjukkan potensi yang besar.
“Alhamdulillah malam ini cerah, kelihatan potensinya. Kami memang sedang mencari formula supaya tempat yang masih kosong ini bisa dimanfaatkan dan lebih hidup,” ujar Muslih, Senin (20/4/2026).
Menurut Muslih, minat dari pelaku usaha mulai terlihat. Beberapa di antaranya bahkan sudah datang langsung untuk mengecek lokasi, khususnya di lantai tiga yang memiliki ruang terbuka luas dan potensi pengembangan usaha.
“Kemarin ada beberapa pengusaha yang menghubungi saya untuk melihat langsung. Saya bilang, silakan cek dulu potensi usahanya seperti apa. Kalau cocok, nanti mekanisme sewa bisa kita atur,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa area lantai atas PPM memiliki keunggulan tersendiri, seperti pemandangan yang terbuka dan suasana yang mendukung berbagai aktivitas, mulai dari kuliner hingga hiburan.
“Di atas itu luas, terbuka, cocok untuk banyak kegiatan. Apalagi kalau kita padukan dengan live musik saat malam minggu, itu bisa jadi daya tarik tambahan,” katanya.
Saat ini, dari total sekitar 25 kios yang tersedia di lantai satu hingga lantai dua, hanya sebagian kecil yang terisi. Muslih menyebut, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
“Kalau kita lihat, yang terisi mungkin hanya sekitar 4 sampai 8 kios. Ini yang sedang kita dorong supaya bisa lebih banyak terisi,” ungkapnya.
Ia juga mengakui salah satu kendala utama adalah status kepemilikan kios yang sebagian sudah dikontrak dalam jangka panjang, namun tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya.
“Informasinya, ada yang sudah kontrak sampai 15 tahun. Tapi kalau mereka tidak membuka usaha, kita juga tidak bisa menarik retribusi bulanan. Ini yang jadi kendala,” terangnya.
Untuk besaran retribusi sendiri, Muslih menyebut berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per bulan, tergantung lokasi kios. Angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan pasar lain di wilayah Kotim seperti Samuda dan Parenggean yang berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp125 ribu.
Ke depan, Pemkab Kotim berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan pendekatan kepada pemilik maupun calon pelaku usaha, agar kawasan PPM Sampit bisa kembali ramai dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Mudah-mudahan dengan konsep yang kita siapkan dan kegiatan yang kita hidupkan, kawasan ini bisa ramai lagi dan memberi manfaat, baik bagi pelaku usaha maupun daerah,” tutup Muslih.
Strategi Pengembangan Pasar PPM Sampit
- Pemanfaatan Ruang Kosong: Pemkab Kotim fokus pada pemanfaatan ruang yang masih kosong, terutama di lantai atas pasar.
- Pengembangan Konsep Baru: Pihak dinas sedang menjajaki berbagai konsep untuk membuat pasar lebih menarik dan ramai.
- Promosi ke Pelaku Usaha: Banyak pelaku usaha mulai menunjukkan minat terhadap pasar, terutama di lantai tiga yang memiliki ruang terbuka luas.
- Peningkatan Daya Tarik: Pemkab berencana mengadakan kegiatan seperti live musik di malam minggu untuk meningkatkan minat masyarakat.
- Penyesuaian Retribusi: Besaran retribusi ditetapkan sesuai lokasi kios, namun masih lebih tinggi dibandingkan pasar lain di wilayah Kotim.
Tantangan yang Dihadapi
- Kios yang Tidak Dimanfaatkan: Sebagian kios sudah dikontrak dalam jangka panjang, tetapi tidak digunakan oleh pemiliknya.
- Minimnya Peminat: Hanya sebagian kecil dari total kios yang terisi, sehingga menjadi tantangan untuk meningkatkan jumlah penghuni.
- Kendala Retribusi: Pemkab kesulitan menarik retribusi karena kios tidak digunakan, meskipun sudah memiliki kontrak.
Harapan Masa Depan
Pemkab Kotim berharap dengan konsep dan kegiatan yang dirancang, kawasan PPM Sampit dapat kembali ramai dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta daerah. Dengan pendekatan yang tepat dan kolaborasi dengan pelaku usaha, diharapkan pasar akan menjadi pusat perdagangan yang efektif dan berkelanjutan.






















