Setelah tidak ada wasit Malaysia yang terpilih untuk Piala Dunia 2026, mantan wasit FIFA Subkhiddin Mohd Salleh menyarankan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk mulai merencanakan persiapan menuju Piala Dunia 2030.
Beberapa waktu lalu, wasit asal Malaysia, Nazmi Nasaruddin, gagal masuk daftar 52 wasit, 88 asisten wasit, dan 30 petugas VAR yang akan bertugas di Piala Dunia 2026. Turnamen besar ini akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dimulai pada 11 Juni hingga 19 Juli.
Nazmi sebelumnya telah menjadi kandidat setelah mengikuti kursus “Kandidat Piala Dunia FIFA 2026” pada tahun 2024. Namun, ia tidak berhasil lolos dalam proses seleksi yang ketat.
Subkhiddin, yang merupakan wasit Malaysia terakhir yang pernah terpilih untuk Piala Dunia, yaitu pada 2010 di Afrika Selatan, menyatakan bahwa jika Malaysia ingin mendapatkan persetujuan FIFA untuk Piala Dunia 2030, maka FAM dan komite wasit harus berpikir secara lebih inovatif.
Rencananya, Piala Dunia 2030 akan diselenggarakan bersama oleh Maroko, Portugal, dan Spanyol.
Subkhiddin mengkritik kondisi liga Malaysia saat ini, yang dinilainya tidak memberikan tantangan bagi para wasit. Ia menyatakan bahwa pertandingan di M-League mudah diprediksi, sehingga pemenang sering ditentukan sejak awal musim.
Ia menegaskan bahwa diperlukan strategi untuk meningkatkan kemampuan wasit Malaysia ke level yang lebih tinggi. Salah satu caranya adalah dengan memberi peluang kepada wasit-wasit lokal untuk memimpin pertandingan di liga-liga luar negeri seperti Australia dan Jepang.
Meskipun belum mungkin mengirim wasit Malaysia ke luar negeri untuk bertugas langsung, mereka bisa dikirim untuk mengamati dan belajar melalui penugasan jangka pendek.
Subkhiddin juga menyoroti pentingnya adanya persaingan antara wasit-wasit Malaysia. Ia menilai kurangnya persaingan bisa membuat Nazmi berpuas diri.
“Pada masa saya, persaingannya sangat ketat sehingga semua orang selalu waspada,” ujarnya.
Sebagai Instruktur Teknis FIFA dan Instruktur Teknis Wasit, Subkhiddin menjelaskan bahwa proses seleksi wasit Piala Dunia sangat ketat dan komprehensif. Proses ini tidak hanya melibatkan penilaian kebugaran dan pemahaman aturan, tetapi juga pemahaman filosofi FIFA.
Menurutnya, menjadi wasit Piala Dunia bukanlah hal mudah. Prosesnya memakan waktu beberapa bulan dan melibatkan persaingan dengan wasit terbaik dari seluruh dunia.
Kandidat yang lolos seleksi awal harus mengikuti kursus, pelatihan, dan penilaian berkelanjutan dari FIFA. Mereka juga diajarkan tentang filosofi dan harapan FIFA saat berada di lapangan.
Proses untuk bisa terpilih sebagai wasit Piala Dunia, menurut Subkhiddin, sangat panjang dan membutuhkan komitmen serta dedikasi yang tinggi.
Langkah-Langkah yang Diperlukan untuk Meningkatkan Kualitas Wasit Malaysia
Meningkatkan Kompetensi:
Wasit Malaysia perlu memiliki kompetensi yang lebih tinggi agar bisa bersaing dengan wasit dari negara lain. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan intensif dan pengamatan terhadap pertandingan internasional.Membuka Peluang untuk Belajar di Luar Negeri:
Meskipun tidak semua wasit bisa langsung bertugas di luar negeri, mereka dapat dikirim untuk mengamati pertandingan dan belajar dari sistem wasit yang lebih matang.Menciptakan Persaingan Internal:
Dengan meningkatkan jumlah wasit, akan muncul persaingan yang sehat, sehingga hanya yang terbaik yang akan muncul.Meningkatkan Standar Liga Lokal:
Liga Malaysia perlu ditingkatkan kualitasnya agar wasit dapat menghadapi situasi yang lebih dinamis dan kompleks.Meningkatkan Pengetahuan Filosofi FIFA:
Wasit harus memahami filosofi dan harapan FIFA agar bisa bekerja sesuai standar internasional.






















