Kronologi pria aniaya adiknya hingga tewas di Jombang, bumbu pecel jadi pemicu

Penyelidikan Kasus Kematian Korban di Jombang Mulai Terungkap

Kronologi kematian seorang perempuan bernama Khoiriah alias Puji, yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kos di Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai terungkap. Polisi berhasil menangkap tersangka utama dalam kasus ini, yaitu S, yang merupakan kakak kandung dari korban. Pengungkapan ini bermula dari hasil penyelidikan awal dan pemeriksaan forensik yang menemukan indikasi mencurigakan pada jenazah korban.

Proses Penyelidikan dan Pemeriksaan Forensik

Setelah menemukan bukti-bukti yang mengarah pada tindak kekerasan, pihak kepolisian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan bahwa penangkapan terhadap S dilakukan setelah penyidik mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan olah TKP.

“Kami sudah mengamankan terduga pelaku, yaitu kakak kandung daripada korban,” ujar Dimas, seperti dikutip dari TribunJateng, Rabu (17/6/2026).

Selama ini, korban tinggal bersama kakaknya, S, di sebuah rumah kos di wilayah Jogoroto. Meski telah mengamankan terduga pelaku, polisi mengaku masih kesulitan mendalami motif kasus tersebut karena kondisi psikologis S belum stabil.

“Untuk saat ini belum maksimal untuk diambil keterangan karena masih kondisi tidak stabil, sehingga kami belum bisa mengambil keterangan banyak dan belum bisa mendalami motif dari terduga pelaku tersebut,” ujarnya.

Ekshumasi dan Hasil Otopsi

Dalam upaya mengungkap penyebab kematian korban, kepolisian melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam pada Minggu (14/6/2026), dengan melibatkan tim forensik dari RS Bhayangkara Kediri. Hasil menunjukkan adanya dugaan kuat bahwa korban meninggal bukan karena penyebab alami.

“Untuk penyebab kematian, kemarin sudah kami lakukan otopsi. Memang menurut keterangan dokter forensik, kematian disebabkan oleh alasan yang tidak wajar,” katanya.

Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu laporan lengkap dari dokter forensik. “Kami akan menyampaikan laporan tersebut secara lengkap,” tambah Dimas.

Barang Bukti dan Kesaksian Tetangga

Selain menangkap terduga pelaku, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk sebuah sapu yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki.

Kronologi kematian korban juga terkuak dari kesaksian tetangga kos berinisial N. Ia mengaku sempat melihat kondisi tubuh korban saat proses evakuasi dilakukan. Menurutnya, terdapat sejumlah luka dan lebam yang menimbulkan kecurigaan di kalangan warga sekitar.

“Saat membantu mengangkat korban, saya melihat ada lebam di sekitar mata dan bagian pergelangan tangan. Kondisinya sudah meninggal dunia,” ucap N, dikutip dari Surya.co.id, Minggu (14/6/2026).

Warga juga mengaku sempat mendengar keributan dari kamar yang ditempati korban dan kakaknya beberapa jam sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

“Saya sempat menegur agar tidak diteruskan. Waktu itu korban masih sadar dan terdengar beberapa kali meminta ampun,” ujarnya melanjutkan.

Dugaan Perselisihan Awal

Informasi yang beredar di lingkungan sekitar menyebut dugaan perselisihan bermula dari persoalan bumbu pecel. Namun, polisi hingga kini belum menyimpulkan motif dan masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan terhadap terduga pelaku.

“Dari cerita yang saya terima, masalahnya berawal dari bumbu pecel yang habis dimakan korban. Setelah itu terjadi pemukulan,” kata Ketua RT setempat, K.

K juga menyebut korban diduga sempat berusaha keluar dari kamar sebelum akhirnya kembali berada di dalam ruangan.

“Korban sempat mencoba keluar lewat jendela. Tetapi kemudian ditarik masuk lagi,” tuturnya.