Tindaklanjuti Pesan Presiden, BGN Perketat Standar, Ratusan SPPG Masih Disuspensi



JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya ini dilakukan melalui peningkatan standar operasional di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden yang ingin program prioritas nasional tersebut tidak hanya memiliki cakupan luas, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa hingga saat ini masih ada ratusan SPPG yang dalam status penghentian sementara (suspend) karena belum memenuhi persyaratan teknis dan operasional. Dari total 1.030 SPPG yang ada, sebanyak 760 di antaranya masih dalam proses perbaikan dan evaluasi.

“Presiden menekankan bahwa semua SPPG yang belum memenuhi standar harus dihentikan sementara operasionalnya hingga dilakukan perbaikan menyeluruh. Hal ini penting untuk memastikan kualitas layanan MBG tetap terjaga dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Dadan dalam keterangannya, Selasa (6/4).

Lebih lanjut, Dadan menjelaskan beberapa faktor yang menjadi dasar penghentian sementara SPPG. Antara lain adalah belum terpenuhinya Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS), ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ketidaksesuaian porsi makanan dengan standar gizi, serta berbagai aspek teknis lainnya yang masih perlu dibenahi.

Selain itu, BGN juga menyoroti penyajian menu pada Ramadan lalu yang dinilai terlalu minimalis. Hal ini memicu persepsi negatif di masyarakat. Evaluasi terhadap hal ini menjadi bagian penting dalam upaya perbaikan menyeluruh terhadap kualitas layanan.

BGN menegaskan bahwa penyelenggaraan Program MBG harus mengedepankan prinsip penyajian makanan segar (fresh food) dengan porsi yang sesuai standar gizi dan kebutuhan penerima manfaat. Oleh karena itu, proses evaluasi dan pembinaan terus dilakukan secara berkelanjutan agar seluruh SPPG yang saat ini di-suspend dapat segera kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik, aman, dan sesuai ketentuan.

Faktor Penyebab Penghentian Sementara SPPG

  • Keterlambatan atau ketidakhadiran Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
  • Tidak adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
  • Ketidaksesuaian porsi makanan dengan standar gizi
  • Masalah teknis lainnya yang masih perlu diperbaiki

Langkah Perbaikan yang Dilakukan BGN

  • Evaluasi terhadap kualitas layanan dan penyajian makanan
  • Pelatihan dan pembinaan kepada petugas SPPG
  • Peningkatan standar operasional di seluruh satuan pelayanan
  • Pemantauan berkala untuk memastikan kesesuaian dengan aturan yang berlaku

Tujuan Utama Program MBG

  • Memastikan kualitas layanan MBG tetap terjaga
  • Memberikan manfaat optimal bagi masyarakat
  • Menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui akses layanan gizi yang memadai
  • Menciptakan sistem pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan

BGN terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG. Dengan peningkatan standar operasional dan evaluasi berkala, diharapkan setiap SPPG dapat beroperasi dengan baik dan memberikan layanan yang maksimal bagi masyarakat.