Membara! Iran dan Israel Saling Serang, Rudal Meluncur ke Tel Aviv Hingga Teheran

Iran dan Israel
Mobil-mobil hancur akibat proyektil di Ramat Gan dekat Tel Aviv, Israel, pada 3 Maret 2026 (AFP)

Patrolmedia, Teheran – Perang Iran dan Israel kian memanas di hari kelima.

Eskalasi serangan drone dan rudal dilaporkan terus meluas hingga ke negara-negara Teluk, memicu kepanikan massal di wilayah tersebut.

Dilansir dari Aljazeera, Rabu (4/3/2026), sirene serangan udara meraung-raung di seluruh penjuru Israel.

Warga berhamburan mencari perlindungan saat sistem pertahanan udara bekerja keras mencegat hujan rudal yang datang dari arah Iran.

Militer Israel telah mengeluarkan peringatan darurat pada Rabu pagi.

Warga di Yerusalem, Tel Aviv, hingga kota-kota besar lainnya diinstruksikan untuk segera menuju bunker atau tempat perlindungan.

“Sistem pertahanan sedang berupaya mencegat ancaman tersebut,” tulis pernyataan resmi militer Israel.

Sejauh ini, layanan medis Magen David Adom melaporkan belum ada korban jiwa dari pihak Israel dalam gelombang serangan terbaru ini.

Laporan dari lapangan menyebutkan suara ledakan keras terdengar hingga ke Ramallah.

Diduga kuat ledakan tersebut berasal dari proses intersepsi rudal di udara.

Pecahan peluru dilaporkan jatuh di wilayah Beit Shemesh, dekat Yerusalem Barat.

Sebagai catatan, wilayah Beit Shemesh sebelumnya sempat dihantam rudal 2 hari lalu yang menewaskan 9 warga Israel.

Perang Iran dan Israel ini tak lagi hanya melibatkan keduanya. Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi telah menghancurkan dua rudal jelajah di atas wilayah al-Kharj.

Langkah serupa diambil Kuwait yang mengklaim telah menembak jatuh beberapa “target udara musuh” yang melanggar wilayah udara mereka pagi ini.

Di pihak lain, Israel juga melancarkan serangan balasan ke jantung pertahanan Iran.

Ledakan hebat mengguncang Teheran, Karaj, hingga Isfahan.

Serangan Israel dilaporkan menyasar gedung-gedung milik Basij dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Palang Merah Iran melaporkan angka korban yang cukup mengerikan.

Setidaknya 787 orang tewas di seluruh Iran akibat serangan gabungan AS-Israel selama lima hari terakhir.

Merespons serangan tersebut, IRGC mengumumkan telah memulai “operasi medan perang” secara masif.

Sebanyak 230 drone telah dikerahkan untuk menyerang target-target strategis.

Tak hanya di darat, Iran juga mengancam akan melakukan operasi angkatan laut yang menargetkan kapal-kapal militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

 

 

(Ipl/Ft)