Patrolmedia, Jakarta – Pemerintah mengumumkan total anggaran Tunjangan Hari Raya / THR 2026 untuk ASN naik 10% menjadi Rp 55 triliun.
Tak hanya itu, bonus bagi pengemudi ojek online (ojol) juga dipastikan melonjak hingga 2 kali lipat.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebu kenaikan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Anggaran sebesar Rp 55 triliun ini dialokasikan untuk 2,4 juta ASN Pusat/TNI/Polri, 4,3 juta ASN Daerah, hingga 3,8 juta pensiunan.
“Tahun lalu Rp 49 triliun, tahun ini naik 10% jadi Rp 55 triliun. Komponennya dibayar 100% penuh,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, bersama Menhub Budi Purwagandi, Menaker Yasser Li, hingga para bos aplikator transportasi online di Jakarta, Selasa (3/3/2026), dikutip dari laman IG @catatanseskab.
Salah satu yang mencuri perhatian dalam pengumuman kali ini adalah komitmen para aplikator transportasi online.
Airlangga mengungkap, Bonus Hari Raya (BHR) untuk mitra pengemudi ojol tahun ini tembus Rp 220 miliar, naik drastis dari tahun lalu yang hanya di kisaran Rp 110 miliar.
“Alhamdulillah, komitmen kuat dari aplikator. Tahun ini BHR ojol mencakup 850.000 mitra dengan nilai Rp 220 miliar. GoTo dan Grab masing-masing komitmen Rp 100-110 miliar,” jelasnya.
Bahkan, perusahaan lain seperti Maxim juga meningkatkan jumlah penerima bonusnya secara signifikan dari hanya 1.000 mitra menjadi 51.000 mitra pada tahun ini.
Selain bagi-bagi ‘duit’ Lebaran, pemerintah menyiapkan strategi agar arus mudik tidak macet total.
Salah satunya dengan menetapkan jadwal Work From Anywhere (WFA).
Jadwal WFA: 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.
Diskon Transportasi: Stimulus Rp 911,16 miliar dari APBN dan Non-APBN.
Bantuan Pangan: Paket beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter untuk 35,04 juta keluarga senilai Rp 14,9 triliun.
Bagi sektor swasta, pemerintah mewanti-wanti agar THR dibayarkan penuh dan tidak dicicil.
Batas waktu pencairan paling lambat adalah H-7 Lebaran.
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, ada potensi duit sebesar Rp 124 triliun yang akan mengalir ke kantong 26,5 juta pekerja swasta.
“Pencairan THR ASN sendiri sudah dimulai bertahap sejak 26 Februari lalu. Kami dorong semua pihak menyalurkan lebih awal agar konsumsi nasional naik,” tutup Airlangga.
Editor: Erwin Syahril






















