Beasiswa PTS: Impian Jadi Nyata!

Pemerintah Kota Surabaya berencana meluncurkan program beasiswa yang ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta (PTS). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Surabaya untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi dan, pada gilirannya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Rencana ambisius ini diumumkan oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, saat pertemuan dengan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur yang berlangsung di kediaman dinas walikota pada hari Sabtu, 24 Januari. Pertemuan tersebut menjadi wadah diskusi yang produktif mengenai berbagai bentuk kolaborasi yang potensial antara pemerintah kota dan PTS. Selain program beasiswa yang menjadi fokus utama, penjajakan kerja sama juga mencakup pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang terintegrasi dan program pendampingan yang komprehensif bagi mahasiswa setelah mereka menyelesaikan studi mereka.

Walikota Eri Cahyadi menekankan bahwa kolaborasi strategis ini diharapkan dapat secara signifikan mendorong peran aktif PTS dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya. Ia berharap kontribusi PTS dapat setara dengan kontribusi yang selama ini diberikan oleh perguruan tinggi negeri (PTN).

“Jika setiap kampus terjun langsung di masing-masing RW dan bersinergi secara efektif, saya yakin masalah-masalah yang ada di Surabaya dapat diselesaikan,” ujar Eri pada hari Senin, 26 Januari.

Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya bergantung pada kerja keras seorang walikota. Sebaliknya, kemajuan sejati dicapai melalui kerja sama yang erat dan sinergis antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan yang relevan.

“Saya ingin menunjukkan bahwa penurunan angka stunting, kemiskinan, dan gini ratio adalah hasil dari kerja bersama semua pihak, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, serta masyarakat yang memiliki kemampuan. Surabaya dibangun bukan karena kekuatan modal semata, tetapi karena semangat gotong royong yang kuat,” tegasnya.

Sebagai langkah awal yang konkret, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan ABP-PTSI untuk melakukan sinkronisasi data mahasiswa PTS yang tergolong dalam kategori keluarga miskin. Data yang dikumpulkan mencakup mahasiswa dari Desil 1 hingga Desil 5. Setelah proses sinkronisasi data selesai, Pemkot Surabaya akan memberikan bantuan berupa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Bantuan ini tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa baru, tetapi juga bagi mahasiswa yang sudah menempuh pendidikan dan selama ini mengalami kesulitan dalam membayar UKT. Selama mereka termasuk dalam Desil 1–5, UKT mereka akan kami tanggung,” jelas Eri.

Dia berharap program ini dapat mewujudkan target ambisius ‘Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana’ di Surabaya, sekaligus memberikan harapan baru bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Sementara itu, Ketua ABP-PTSI Jawa Timur, Dr. Budi Endarto, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pemetaan keluarga miskin Desil 1–5 yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Ia menyebutnya sebagai terobosan yang berani dan inovatif.

Menurutnya, selama ini banyak mahasiswa PTS yang berasal dari keluarga miskin, namun belum mendapatkan bantuan yang tepat sasaran.

“Ini bisa menjadi gerakan yang revolusioner. Yang sebelumnya tidak tepat sasaran, kini menjadi tepat sasaran, dan ternyata keluarga miskin itu banyak terdapat di PTS,” kata Budi.

Dia berharap bantuan pendidikan dari Pemkot Surabaya benar-benar selaras dengan target ‘Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana’.

“Oleh karena itu, kami berharap perguruan tinggi swasta dapat berkontribusi dan mengawal peningkatan kualitas pendidikan, karena target tersebut juga menjadi prioritas di PTS,” pungkasnya.

Berikut adalah poin-poin penting dari program beasiswa ini:

  • Sasaran Penerima: Mahasiswa PTS dari keluarga miskin (Desil 1-5).

  • Bentuk Bantuan: Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

  • Cakupan Bantuan:

    • Mahasiswa baru.
    • Mahasiswa yang sudah kuliah dan kesulitan membayar UKT.
  • Tujuan Program:

    • Meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.
    • Mewujudkan target ‘Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana’.
    • Mendorong peran aktif PTS dalam meningkatkan IPM Kota Surabaya.
  • Langkah Awal: Sinkronisasi data mahasiswa PTS dari keluarga miskin (Desil 1-5) antara Pemkot Surabaya dan ABP-PTSI.

  • Harapan:

    • Meningkatkan kualitas pendidikan di PTS.
    • Mencapai target ‘Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana’.
    • Menurunkan angka kemiskinan di Surabaya.

Program beasiswa ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Surabaya. Dengan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk mengakses pendidikan tinggi, program ini berpotensi untuk menciptakan generasi penerus yang berkualitas dan mampu berkontribusi secara positif bagi pembangunan kota. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memotivasi perguruan tinggi swasta untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswanya. Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah kota, perguruan tinggi swasta, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan target ‘Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana’ dapat tercapai dan Kota Surabaya dapat menjadi kota yang lebih maju dan sejahtera.