Cisarua Longsor: Posko Pengungsian Penuh, Warga Zona Hijau Dipulangkan

Petugas penanganan longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan segera memulangkan warga yang rumahnya berada di zona hijau namun saat ini masih mengungsi di posko. Langkah ini diambil setelah evaluasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan hal ini setelah melakukan koordinasi dengan Basarnas dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat di kantor Desa Pasirlangu. Fokus utama saat ini adalah membedakan antara zona rawan (merah) dan zona aman (hijau) untuk memastikan keselamatan warga.

“Untuk zona hijau kembali (ke rumah) dan zona merah boleh mengungsi di sini,” tegas Herman.

Untuk menentukan zona-zona tersebut, petugas akan bekerja sama dengan Badan Geologi. Kehadiran ahli geologi diharapkan memberikan kepastian ilmiah mengenai tingkat kerawanan wilayah terdampak longsor. Banyak warga yang mengungsi karena kekhawatiran, sehingga pendekatan berbasis sains dianggap penting untuk memberikan informasi yang akurat dan menenangkan.

Selain pemetaan zona rawan, petugas juga terus melakukan evaluasi terhadap manajemen pencarian dan penanganan korban di pengungsian. Salah satu fokus utama adalah memastikan bantuan tersalurkan kepada mereka yang berhak. Gubernur Jawa Barat telah menyiapkan bantuan tunai sebesar Rp10 juta untuk korban longsor yang terverifikasi.

Herman menambahkan, “Kita melaksanakan sinkronisasi agar manajemen pananganan bencana bisa efektif dan semua bidang bisa bekerja optimal terutama pengelolaan pengungsi. Sebagian warga zona merah juga didata oleh pak gubernur mendapat uang kontrak dan kehidupan sehari-hari Rp10 juta. nanti yang belum dapat santunan akan dihandel dulu di sini kita buatkan dapur umum untuk 750 orang, toilet umum portabel, kesehatan, kami pastikan hari ini tersedia.”

Incident Commander penanganan longsor Cisarua Bandung Barat, Ade Zakir Hasyim, menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 900 warga yang terdaftar sebagai pengungsi. Pihaknya sedang melakukan verifikasi data pengungsi untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan warga yang berada di zona aman dapat segera kembali ke rumah masing-masing.

“Ada 900 orang mengungsi, betul kita sedang pembenahan data. Karena awal 134 orang, kemarin 700 orang, sekarang 900 orang lebih. Kita lakukan pendataan ulang agar kalau zona tidak berbahaya kita sarankan pulang,” jelas Ade.

Profil Desa Pasirlangu

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai lokasi kejadian, berikut adalah profil singkat Desa Pasirlangu:

  • Lokasi: Desa Pasirlangu merupakan bagian dari Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
  • Geografis: Desa ini terletak di dekat kaki Gunung Burangrang, sekitar 23 kilometer dari pusat Kota Bandung dengan perkiraan waktu tempuh sekitar satu jam.
  • Luas Wilayah: Desa Pasirlangu memiliki luas wilayah sekitar 1.020 hektar.
  • Batas Wilayah:
    • Utara: Gunung Burangrang
    • Barat: Desa Cipada
    • Selatan: Desa Cimanggu (Kecamatan Ngamprah)
    • Timur: Desa Tugumukti
  • Demografi: Berdasarkan data terbaru dari Open Data Bandung Barat pada tahun 2022, jumlah penduduk Desa Pasirlangu mencapai 10.926 jiwa.
  • Potensi Ekonomi: Desa Pasirlangu dikenal sebagai salah satu penghasil paprika terbesar di Indonesia. Masyarakat setempat bahkan memiliki koperasi bernama Koperasi Mitra Sukamaju yang bergerak di bidang usaha paprika. Selain paprika, terdapat juga komoditas pertanian lain seperti sayur-mayur dan waluh.

Dengan pemetaan yang akurat dan penanganan pengungsi yang efektif, diharapkan warga Desa Pasirlangu dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. Bantuan dari pemerintah dan berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban para korban longsor dan mempercepat proses pemulihan.