Alasan Rem CBS Motor Biker Dinonaktifkan

Banyak sepeda motor keluaran terbaru, terutama skutik, dilengkapi dengan fitur Combi Brake System (CBS). Sistem ini dirancang agar rem belakang ikut menekan rem depan saat tuas kiri ditarik, sehingga pengereman lebih seimbang dan motor tidak mudah selip. Secara teori, CBS memang meningkatkan keamanan, terutama bagi pengendara pemula yang belum terbiasa membagi porsi pengereman secara tepat.

Namun, menariknya, tidak sedikit biker Honda justru memilih menonaktifkan CBS di motornya. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan: mengapa fitur keselamatan yang sudah disediakan pabrikan malah dilepas? Untuk memahami fenomena ini, perlu dilihat dari kebiasaan berkendara, kebutuhan pengguna, hingga budaya modifikasi yang berkembang di kalangan biker.

1. Keinginan Mengatur Gaya Pengereman Sendiri

Alasan paling umum adalah rasa kurang nyaman saat mengerem. Banyak rider merasa CBS membatasi kontrol karena saat mereka ingin menggunakan rem belakang saja—misalnya saat merayap di kemacetan atau bermanuver pelan—rem depan tetap ikut bekerja. Pada situasi tertentu, terutama di jalan licin atau saat menikung, hal ini dapat terasa kurang natural.

Pengendara berpengalaman biasanya sudah memiliki preferensi distribusi pengereman sendiri, sehingga mereka ingin rem depan dan belakang bekerja terpisah agar sensasi berkendara lebih presisi. Dengan menonaktifkan CBS, biker merasa motor lebih responsif terhadap input yang mereka berikan.

2. Kebiasaan Modifikasi dan Penggunaan di Luar Kota


Banyak motor Honda melakukan modifikasi kaki-kaki, seperti mengganti kaliper, master rem, selang, hingga ukuran ban. CBS kadang dianggap mengganggu setelan rem baru atau membuat hasil modifikasi tidak bekerja optimal. Pada pengguna touring, motor trail, atau mereka yang sering melewati jalanan tanah, CBS juga dinilai kurang cocok.

Saat off-road ringan, beberapa biker lebih membutuhkan kontrol penuh pada rem belakang agar tidak kehilangan traksi. Karena alasan itulah, sebagian bengkel modifikasi menawarkan jasa menonaktifkan CBS sebagai bagian dari paket peningkatan handling. Bagi mereka, fungsi rem yang dapat dikustomisasi dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan perjalanan.

3. Risiko Keselamatan dan Konsekuensi Teknis


Perlu diingat, menonaktifkan CBS bukan tanpa risiko. Sistem pengereman yang sudah dirancang pabrikan bisa kehilangan keseimbangan jika diubah sembarangan. Jika prosesnya tidak dilakukan teknisi berpengalaman, rem bisa terasa terlalu pakem, tidak rata, atau justru kurang menggigit.

Selain itu, modifikasi dapat berdampak pada klaim garansi karena dianggap mengubah komponen vital. Yang lebih penting, pemilik atau pengguna motor mungkin kehilangan keuntungan keamanan yang diberikan CBS, terutama saat panik mengerem di kecepatan tinggi. Karena itu, keputusan ini harus dipikirkan matang-matang, termasuk mempertimbangkan kondisi jalan dan kebiasaan berkendara sehari-hari.

Dampak Menonaktifkan CBS

Menonaktifkan CBS memiliki beberapa dampak yang perlu dipertimbangkan dengan cermat:

  • Perubahan Karakteristik Pengereman: Sistem pengereman menjadi murni manual, di mana rider sepenuhnya bertanggung jawab atas distribusi gaya pengereman antara roda depan dan belakang. Ini memerlukan keahlian dan adaptasi, terutama bagi mereka yang terbiasa dengan bantuan CBS.

  • Potensi Hilangnya Stabilitas: Pada kondisi pengereman mendadak atau di permukaan jalan yang licin, hilangnya fungsi CBS dapat meningkatkan risiko wheel lock (roda terkunci) dan potensi terjadinya selip atau bahkan terjatuh.

  • Perlunya Penyesuaian Teknik Pengereman: Rider perlu melatih teknik pengereman yang benar, termasuk proporsi yang tepat antara rem depan dan belakang, serta penggunaan engine braking (pengereman mesin) untuk membantu memperlambat laju kendaraan.

  • Risiko pada Kondisi Darurat: Dalam situasi panik atau darurat, refleks alami mungkin tidak seakurat saat menggunakan CBS. Ini dapat memperpanjang jarak pengereman dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Pertimbangan Sebelum Menonaktifkan CBS

Sebelum mengambil keputusan untuk menonaktifkan CBS, pertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Tingkat Keahlian Berkendara: Apakah Anda memiliki pengalaman dan keahlian yang cukup untuk mengendalikan motor tanpa bantuan CBS? Jika Anda masih pemula, sebaiknya pertimbangkan kembali keputusan ini.

  • Kondisi Jalan yang Sering Dilewati: Apakah Anda sering berkendara di jalan yang licin, berpasir, atau off-road? Jika ya, apakah Anda yakin dapat mengendalikan motor dengan baik tanpa CBS?

  • Jenis Modifikasi yang Dilakukan: Apakah modifikasi yang Anda lakukan benar-benar memerlukan penonaktifan CBS? Konsultasikan dengan mekanik yang berpengalaman untuk memastikan modifikasi tersebut tidak membahayakan keselamatan.

  • Tujuan Penggunaan Motor: Apakah Anda menggunakan motor untuk keperluan sehari-hari, touring, atau balapan? Sesuaikan keputusan Anda dengan kebutuhan dan gaya berkendara Anda.

  • Konsultasi dengan Ahli: Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan mekanik atau ahli safety riding untuk mendapatkan saran dan pertimbangan yang tepat sebelum menonaktifkan CBS.

Kesimpulan

Pada akhirnya, alasan menonaktifkan CBS sangat bergantung pada preferensi dan kebutuhan masing-masing biker. Ada yang merasa lebih bebas mengontrol motor, ada yang menyesuaikannya dengan modifikasi, dan ada pula yang sekadar ingin bereksperimen. Namun, tetap penting untuk memahami risikonya, menjaga keselamatan, serta memastikan perubahan dilakukan secara benar dan bertanggung jawab.

Benarkah sistem pengereman bikin kendaraan lebih cepat dan aman? Jawabannya kompleks dan tergantung pada berbagai faktor. Yang pasti, keselamatan berkendara adalah prioritas utama, dan keputusan apapun terkait modifikasi harus dipertimbangkan dengan matang.