BEI Genjot Literasi Pasar Modal di Kepri, Libatkan Kampus Hingga Lembaga Pemerintah

Pasar Modal di Kepri
Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia Kepri, Indra Novita. (Foto: Patrolmedia)

Program ini tersedia dalam format online maupun tatap muka dan menjadi pintu masuk bagi calon investor pemula.

“Harapannya, semua masyarakat Indonesia tahu secara detail apa produk yang ingin dibeli di pasar modal,” ujar Novi.

“Mereka perlu mengerti manfaat dan risikonya, bukan hanya sekadar tahu saham itu apa,” sambungnya.

Ia menekankan pentingnya pemahaman mendalam sebelum berinvestasi. Menurutnya, seorang investor harus bisa menentukan instrumen yang sesuai dengan profil risiko masing-masing, bukan asal ikut tren.

Karena itu, calon investor diimbau memahami secara jelas risiko yang melekat pada setiap produk pasar modal.

Bagi investor dengan profil risiko tinggi, saham bisa menjadi pilihan. Namun bagi yang ingin lebih aman, instrumen seperti reksadana, obligasi negara, atau sukuk lebih direkomendasikan.

“Yang suka high risk mungkin pilih saham. Kalau yang konservatif bisa memilih reksa dana atau obligasi,” terangnya.

Bagi pemula, BEI Kepri akan mendorong untuk menyesuaikan pilihan investasi dengan profil risiko masing-masing agar keputusan yang diambil lebih terukur dan aman.

Novi menegaskan pihaknya akan terus memperluas literasi agar masyarakat mampu memilih produk secara tepat.

“Tujuannya agar setiap investor memahami apa yang mereka beli dan bisa memanfaatkan pasar modal sesuai kebutuhannya,” tutupnya. (Erwin)