Omah Kecebong Sleman Jogja
Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, Omah Kecebong juga memiliki fasilitas resort atau guesthouse.
Area ini sering dipakai untuk meeting, retreat kantor, hingga gathering perusahaan. Konsep MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) bernuansa desa disiapkan agar tetap profesional, dengan menghadirkan kehangatan khas pedesaan.
Saat memasuki area Omah Kecebong, pengunjung akan disambut berbagai ornamen Jawa, mulai dari gapura, simbol bulan, hingga pernak-pernik tradisional.
Menurut Jono, spot-spot tersebut bukan sekadar dekorasi, tetapi representasi aktivitas dan filosofi masyarakat Jawa.
“Semua spot foto di sini menggambarkan kebiasaan orang Jawa tempo dulu,” katanya.
Salah satu yang menarik perhatian ialah area musik tradisional. Di ruangan khusus, pengunjung bisa melihat atau berfoto dengan berbagai alat musik seperti kendang, saron, hingga perangkat gamelan.
Jono menyebut spot ini sebagai cara mengenalkan kesenian Jawa melalui visual yang mudah diterima generasi muda.
Di sisi lain, ada pula area pasar tradisional yang menghadirkan sayur dan bahan pangan sungguhan.
Spot ini meniru suasana pasar desa, lengkap dengan barang-barang yang umumnya dijumpai di pasar rakyat.
Banyak wisatawan memilih area ini sebagai latar foto karena atmosfernya yang sangat otentik.
Tak ketinggalan, Omah Kecebong juga menghadirkan aktivitas edukasi seni seperti pembuatan wayang dan perdalangan.
Bahkan ada praktik jemparingan atau panahan tradisional khas Jawa yang kini mulai digemari kalangan muda.
“Kami ingin tamu merasakan langsung, bukan hanya melihat,” tutur Jono.
Ia pun berharap ke depan, Omah Kecebong dapat menjadi jembatan memperkenalkan budaya Jawa ke publik yang lebih luas, termasuk luar Jawa.
Ia menegaskan pentingnya mempopulerkan budaya lokal agar tidak kalah dengan tren budaya asing.
“Jangan sampai kita justru mempromosikan produk mancanegara sementara budaya kita sendiri dilupakan,” ujarnya.
Ia juga mendorong daerah-daerah lain di Indonesia melakukan hal serupa dengan mengangkat kekayaan budaya masing-masing.
“Minangkabau, Bali, Kalimantan, semua punya warisan budaya luar biasa. Kalau setiap daerah mengembangkan konsep serupa, kekayaan budaya Indonesia akan makin terlihat,” kata pungkasnya.
Sebagai informasi, Omah Kecebong dikenal sebagai salah satu destinasi budaya lengkap di Sleman.
Destinasi wisata ini didirikan oleh Hasan Setyo Prayoga pada tahun 2015 silam.
Selain menawarkan aktivitas budaya dan wisata edukasi, tempat ini juga menyediakan penginapan serta area pertemuan.
Kombinasi suasana desa, aktivitas tradisional, dan fasilitas modern membuat Omah Kecebong menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan authentisitas Jawa dalam satu kunjungan. (Erwin)




















