Patrolmedia, Batam – Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menegaskan para investor Batam patuhi seluruh regulasi investasi yang berlaku.
Penegasan itu disampaikannya saat menerima kedatangan PT Gunung Puntang Mas di Gedung Marketing Centre BP Batam, Rabu (5/11/2025).
“Kami menegaskan, setiap investor Batam patuhi seluruh regulasi yang berlaku,” kata Claudia.
Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya menjaga iklim investasi yang sehat, transparan, dan berkeadilan di kawasan Batam.
Ia menekankan, BP Batam terus berkomitmen menciptakan lingkungan investasi yang kondusif tanpa mengabaikan prinsip tata kelola yang baik.
“Kami tidak pernah mempersulit pelaku usaha. Namun, semua harus mengikuti aturan main yang ada,” sebutnya.
BP Batam membuka ruang dialog dengan pelaku usaha membahas berbagai aspek terkait pengelolaan lahan dan perizinan investasi.
Diskusi itu diharapkan memperkuat sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Li Claudia menilai, dialog terbuka semacam ini penting untuk menghindari kesalahpahaman dan memastikan seluruh pihak memahami kewajiban hukum yang melekat dalam kegiatan investasi.
Ia menyebut kepatuhan regulasi bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen terhadap keberlanjutan usaha.
“Melalui pengelolaan yang tertib dan sesuai regulasi, termasuk pengurusan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL), kami ingin memastikan setiap kegiatan investasi berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelasnya.
BP Batam, lanjutnya, saat ini juga tengah memperkuat sistem pengawasan dan administrasi lahan agar seluruh proses investasi berlangsung transparan dan profesional.
Hal ini sejalan dengan arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad yang menekankan pentingnya good governance di seluruh lini pelayanan publik.
“Ini wujud transparansi dan profesionalisme BP Batam untuk memperkuat tata kelola lahan,” sebutnya.
Claudia memastikan setiap kebijakan yang dikeluarkan berpihak pada kepastian hukum bagi pelaku usaha dan masyarakat.
Selain soal regulasi, BP Batam juga mendorong agar setiap investor benar-benar berkontribusi untuk pembangunan ekonomi lokal.
“Saya harap seluruh investor tak hanya menanamkan modal, tapi juga membangun dan menggerakkan ekonomi masyarakat Batam,” imbaunya.
Ia meminta agar investasi di Batam harus berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Setiap lahan yang dimanfaatkan diimbau bisa menjadi area produktif, membuka lapangan kerja, dan memperluas peluang usaha di berbagai sektor.
“Setiap investasi itu harus menjadi motor penggerak pembangunan Batam yang inklusif dan berdaya saing,” katanya.
Claudia berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan pembangunan berkelanjutan.
Dengan regulasi yang jelas dan pengawasan yang ketat, BP Batam optimistis iklim investasi di Batam akan terus tumbuh positif.
“Kepatuhan terhadap regulasi bukan hambatan, tetapi fondasi penting untuk menciptakan kepercayaan dan stabilitas ekonomi di Batam,” pungkasnya.
(Iwn/EN)






















