Korpri TNI AD Tegaskan Profesionalisme ASN, Bukan Sekadar Formalitas Seremonial

Korpri TNI AD
Ketua Dewan Pengurus Korpri (DPK) Unit TNI AD, Nora Tristyana. (Foto: tniad)

Patrolmedia, Jakarta – Di tengah rutinitas birokrasi yang sering kali sibuk dengan acara seremonial, Ketua Dewan Pengurus Korpri TNI AD, Nora Tristyana mengingatkan kembali makna keberadaan Korpri di tubuh Angkatan Darat.

Hal itu disampaikan Nora dalam pengukuhan pengurus DPK Sub Unit Satuan Jajaran (Satjar) TNI AD di Gedung Gatot Soebroto, Mapuspomad, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

“Korpri bukan sekadar wadah organisasi, tetapi pilar yang menopang profesionalisme, loyalitas, dan semangat pengabdian ASN dalam mendukung tugas pokok TNI AD,” ujarnya.

Pesan itu terasa relevan di tengah tantangan ASN TNI AD yang dituntut tak hanya disiplin dalam administrasi, tetapi juga tangguh menghadapi dinamika tugas dan citra publik.

Nora menegaskan, ASN di lingkungan AD harus aktif mendukung kinerja institusi dengan profesionalitas dan integritas.

Ia juga mengingatkan agar para ASN menjauhi pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik organisasi.

“ASN TNI AD harus menjunjung tinggi nilai-nilai pengabdian kepada bangsa dan negara,” ucapnya.

Nora mengapresiasi pengurus lama Korpri Satjar TNI AD atas dedikasi mereka, sembari mengingatkan pengurus baru agar tak menjadikan jabatan sekadar simbol.

“Amanah itu bukan tanda kehormatan di dada, tetapi tanggung jawab yang harus dibuktikan dengan kerja nyata,” ujarnya.

Sebanyak 8 DPK Sub Unit Korpri Satjar TNI AD resmi dikukuhkan. 5 di antaranya dikukuhkan di Mapuspomad (Puspomad, Puskesad, Ditkumad, Ditkuad, dan Dispenad).

Sementara 2 lainnya (Kodam I/Bukit Barisan, Kodam XVII/Cenderawasih, dan Kodam XVIII/Kasuari) mengikuti prosesi secara virtual.

Prosesi pengukuhan ditandai pembacaan keputusan, penandatanganan berita acara, dan penyerahan Bendera Pataka Korpri sebagai simbol estafet tanggung jawab yang diharapkan tidak berhenti di seremoni.

Dalam amanatnya, Wadanpuspomad Brigjen TNI Rory Ahmad Sembiring, Danpuspomad Mayjen TNI Eka Wijaya Permana menegaskan bahwa Korpri di lingkungan TNI AD harus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pelayanan publik.

ASN TNI AD, katanya, mesti adaptif, inovatif, dan tidak alergi pada perubahan.

Selain itu, Kolonel Inf J. Hadiyanto juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan ASN.

Diskusi interaktif kemudian menyinggung isu aktual seperti pengelolaan berita negatif, etika bermedia sosial, hingga pemanfaatan AI untuk mendukung kinerja.

Hal itu tanda ASN TNI AD dituntut tidak hanya disiplin, tapi juga cerdas digital.

Acara ditutup dengan materi tentang Karis dan Karsu Virtual dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang menegaskan digitalisasi bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan.

Lewat momentum ini, Korpri TNI AD diingatkan kembali kalai loyalitas dan dedikasi ASN bukan diukur dari banyaknya rapat atau seremoni, melainkan dari kemampuan menghadirkan pelayanan dan kinerja yang benar-benar berdampak bagi institusi, bangsa, dan negara.

 

(Kml/Ft)