Houthi Yaman Kembali Luncurkan Rudal Palestine 2 ke Bandara Ben Gurion

Rudal Palestine2
Ru
Rudal Palestine 2
Penampakan rudal balistik Palestine2 milik Houthi Yaman yang diluncurkan ke bandara utama Ben Gurion, Israel. (Foto: Houthi) 

Patrolmedia, Sanaa – Kelompok Houthi Yaman kembali bikin geger. Bandara Ben Gurion, Israel digempur rudal balistik hipersonik atau rudal Palestine 2 yang membuat Pasukan Zionis Israel kalang kabut.

“Operasi tersebut mencapai tujuannya dengan sukses, terima kasih kepada Allah, dan menyebabkan jutaan perampas Zionis bergegas menuju tempat penampungan dan menghentikan pergerakan bandara tersebut,” kata juru bicara militer Ansar Allah (Houthi), Brigadir Jenderal Yahya Saree, sebagaimana diberitakan Aljazeera, Sabtu (18/7/2025).

Dalam pernyataannya, Saree tak cuma sesumbar. Ia juga menyerukan seluruh dunia Arab dan umat Islam untuk bersatu bantu rakyat Gaza yang masih terus dihantam agresi militer Israel.

“Kami menyerukan kepada semua putra bangsa Arab dan Islam untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada saudara-saudara kita di Gaza, karena mereka menderita akibat pengepungan yang zalim dan tak henti-hentinya serta agresi yang penuh dengan dosa yang tidak berhenti,” ucapnya.

Saree juga menegaskan, selama pembantaian di Jalur Gaza belum berhenti dan pengepungan belum dicabut, serangan ke target-target strategis Israel bakal terus digencarkan.

Sementara itu, militer Israel mengaku sudah mencegat rudal palestine 2 yang diluncurkan dari arah Yaman, Jumat malam (18/7/2025).

Tapi, kenyataannya, sirene meraung-raung di Tel Aviv, Yerusalem, dan beberapa kota lainnya.

Channel 12 Israel melaporkan serangan itu adalah yang kedua dalam 48 jam terakhir. Akibatnya, penerbangan di Bandara Ben Gurion kembali ditangguhkan.

Sejak Israel memulai perang brutal di Gaza, Houthi makin aktif meluncurkan roket ke wilayah Israel. Mereka bahkan mendeklarasikan blokade udara di Ben Gurion dan blokade laut di Eilat serta Haifa.

Efeknya mulai terasa. Pelabuhan Eilat disebut akan tutup total mulai Minggu depan. Bukan karena serangan langsung, tapi karena lumpuhnya aktivitas ekonomi.

Utang menumpuk, pemasukan anjlok, dan akhirnya rekening pelabuhan disita pemerintah kota. Total tunggakan mencapai 10 juta shekel atau sekitar 3 juta dolar AS.

Channel 12 menyebut dampak dari tekanan Houthi bikin semua kapal yang biasanya mampir ke Eilat terpaksa dialihkan ke pelabuhan Ashdod dan Haifa.

Sebelum perang, Eilat jadi pintu masuk utama impor mobil dan ekspor pupuk serta mineral.

Di sisi lain, militer Israel juga kembali mengeluarkan peringatan evakuasi massal untuk wilayah sekitar Gaza dan kawasan utara, sinyal kuat situasi masih jauh dari kata aman.

 

 

Editor: Erwin Syahril