Israel pecat Wakil Komandan Batalion
Dari penyelidikan Israel, Wakil Komandan Batalion Israel mengakui, pasukannya merasa terancam ketika ambulans melaju kencang menuju posisi mereka.
Saat itu petugas medis bergegas keluar untuk memeriksa korban yang telah ditembak.
Militer Israel menyebut lampu kilat kurang terlihat pada drone dan kacamata penglihatan malam.
Ambulans yang didalamnya paramedis ith langsung diberondong tembakan senapan serbu militer Israel.
Penembakan beruntun itu berlangsung lebih dari 5 menit dengan jeda singkat, seolah tentara Israel sedang berperang dengan lawan yang tangguh.
Beberapa menit kemudian, tentara melepaskan tembakan ke mobil PBB yang berhenti di lokasi kejadian.
8 personel Bulan Sabit Merah, 6 pekerja Pertahanan Sipil, dan seorang staf PBB tewas ditembak tentara Israel sebelum fajar pada tanggal 23 Maret.
Saat itu pasukan Zionis tersebut sedang berperasi di Tel al-Sultan, sebuah distrik di kota Rafah, Gaza selatan.
Pasukan mengumpulkan mayat-mayat tersebut bersama dengan kendaraan mereka yang hancur.
Paramedis yang di bantai dikubur tentara Israel di kuburan massal.
PBB dan petugas penyelamat baru dapat mencapai lokasi tersebut sepekan setelah pembunuhan tersebut.
Editor: Fatmi Rahim






















