Israel Pecat Wakil Komandan Batalion Atas Kasus Pembunuhan 15 Paramedis Palestina

Israel Pecat Wakil Komandan
Para pelayat berkumpul di sekitar jenazah 8 paramedis tanggap darurat Bulan Sabit Merah yang ditembak mati tentara Israel. Mereka ditemukan di Rafah sepekan usai serangan brutal tersebut. Mayat paramedis itu dimakamkan dari sebuah rumah sakit di Deir al-Balah, Jalur Gaza, pada Senin, 31 Maret 2025. (Foto AP/Abdel Kareem Hana, arsip)

Israel pecat Wakil Komandan Batalion

Israel Pecat Wakil Komandan
Mobil ambulance yang didalamnya paramedis Palestina di tembak mati militer Israel. (Foto: Handout via Reuters)

Dari penyelidikan Israel, Wakil Komandan Batalion Israel mengakui, pasukannya merasa terancam ketika ambulans melaju kencang menuju posisi mereka.

Saat itu petugas medis bergegas keluar untuk memeriksa korban yang telah ditembak.

Militer Israel menyebut lampu kilat kurang terlihat pada drone dan kacamata penglihatan malam.

Ambulans yang didalamnya paramedis ith langsung diberondong tembakan senapan serbu militer Israel.

Penembakan beruntun itu berlangsung lebih dari 5 menit dengan jeda singkat, seolah tentara Israel sedang berperang dengan lawan yang tangguh.

Beberapa menit kemudian, tentara melepaskan tembakan ke mobil PBB yang berhenti di lokasi kejadian.

8 personel Bulan Sabit Merah, 6 pekerja Pertahanan Sipil, dan seorang staf PBB tewas ditembak tentara Israel sebelum fajar pada tanggal 23 Maret.

Saat itu pasukan Zionis tersebut sedang berperasi di Tel al-Sultan, sebuah distrik di kota Rafah, Gaza selatan.

Pasukan mengumpulkan mayat-mayat tersebut bersama dengan kendaraan mereka yang hancur.

Paramedis yang di bantai dikubur tentara Israel di kuburan massal.

PBB dan petugas penyelamat baru dapat mencapai lokasi tersebut sepekan setelah pembunuhan tersebut.

 

Editor: Fatmi Rahim