Stok Beras Diproyeksi Tembus 3 Juta Ton Akhir April, Tertinggi dalam 1 Dekade

Stok Beras
Salah satu gudang beras Bulog. (Foto: Perbanas)
Stok Beras
Salah satu gudang beras Bulog. (Foto: Perbanas)

Patrolmedia, Jakarta -:- Stok beras nasional yang dikelola Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) diproyeksikan tembus mencapai 3 juta ton pada akhir April 2025.

Ketersediaan stok beras tersebut menjadi pencapaian tertinggi dalam 1 dekade.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam panen raya serentak di 14 provinsi, Senin (7/4/25), di Majalengka, Jawa Barat.

“Saat ini stok beras Bulog berada di angka 2,4 juta ton. Proyeksinya, akhir bulan ini akan menyentuh 3 juta ton angka tertinggi dalam 2 dekade terakhir,” ujar Amran, seperti dilansir Kompas.

Tingginya volume stok membuat Bulog harus menyewa gudang tambahan. “Sebagian besar gudang Bulog sudah penuh. Karena itu, kami menyewa tambahan gudang dengan kapasitas 750 ribu ton,” jelasnya.

Lebih lanjut, Amran menyatakan optimisme bahwa produksi beras nasional akan melampaui target 32 juta ton yang ditetapkan untuk 2025.

Hal ini didukung cuaca yang kondusif, kebijakan yang tepat, serta distribusi sarana produksi yang efisien.

Salah satu terobosan besar adalah penyederhanaan distribusi pupuk subsidi.

Jika sebelumnya memerlukan tanda tangan dari 12 menteri, 38 gubernur, dan 500 kepala daerah, kini berkat Instruksi Presiden, pupuk bisa langsung dikirim dari pabrik ke kelompok tani (Gapoktan).

“Ini revolusi nyata di sektor pertanian. Efisiensi meningkat drastis,” kata Amran.

Ia juga menyoroti dampak positif program pompanisasi yang berhasil meningkatkan produksi padi di Pulau Jawa sebesar 2,8 juta ton, bahkan di tengah tantangan El Nino.

“Menurut data BPS, produksi padi meningkat 52 persen pada Januari hingga Maret.”

“Ini bukti bahwa sektor pertanian bisa tumbuh signifikan jika didukung kebijakan yang tepat,” tutupnya.

 

Editor: M. Ichsan