
Patrolmedia, Jakarta -:- Ray Sahetapy meninggal dunia diusia 68 tahun pada Selasa malam, 1 April 2025. Ray lahir pada 1 Januari tahun 1957.
Aktor senior Indonesia bernama lengkap Ferenc Raymond Sahetapy yang akrab disapa Ray Sahetapy meninggal setelah komplikasi penyakit yang ia derita pada Selasa (1/4/2025).
Melansir Kompas, Kamis (3/4/25), adik Ray, Charly Sahetapy, mengatakan kakaknya telah mengidap komplikasi penyakit yang berujung meninggal dunia.
Charly sebelumnya menyebut komplikasi yang diidap Ray Sahetapy bermula dari penyakit diabates yang dialami kakaknya itu Ray 2017 silam.
Pada Juli 2023 lalu, Ray Sahetapy juga mengidap penyakit stroke.
Ray sebelumnya sudah dalam proses penyembuhan stroke. Namun, komplikasi penyakit terus berkembang hingga tubuhnya tak mampu lagi bertahan dan dinyatakan meninggal.
Melihat histori penyakit diabetes yang diderita Ray Sahetapy, patut untuk mengetahui resiko bahaya penyakit tersebut.
Diabetes bisa menyerang kerusakan di berbagai bagian tubuh secara serius, termasuk otak dan kaki.
Berikut keterangan berbagai efek samping diabetes yang Dirangkum Kompas dari Mayo Clinic dan Diabetes.uk.
Pertama, Retinopati merupakan istilah untuk kerusakan penglihatan efek diabetes.
Kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes seiring waktu bisa merusak pembuluh darah mata.
Jika sudah begitu, mata bisa mengalami kebutaan, jika tak segera ditangani secara medis.
Kemudian, Neuropati. Komplikasi diabetes ini bisa terjadi akibat kadar gula darah tinggi merusak dinding pembuluh darah kecil (kapiler) yang memberi nutrisi pada saraf.
Kerusakan saraf sering terjadi di kaki. Hal ini bisa menyebabkan kesemutan, mati rasa, rasa terbakar, atau nyeri yang biasanya dimulai di ujung jari kaki.
Saraf yang rusak berhubungan dengan pencernaan dapat menyebabkan masalah mual, muntah, diare, atau sembelit.
Serangan jantung dan stroke diabetes yang tidak diobati dengan tepat bisa merusak pembuluh darah menuju jantung maupun otak.
Editor: M. Ichsan






















