
Patrolmedia, Singapura -:- 1 Ramadan di Singapura resmi ditetapkan pada Ahad, 2 Maret 2025. Dengan begitu, umat Islam di negeri Singa itu akan melaksanakan ibadah puasa keesokan harinya dan salat tarawih pada malam ini.
Pengumuman penetapan tanggal untuk 1 ramadan di Singapura disampaikan Mufti Singapura Dr Nazirudin Mohd Nasir.
Pihaknya mencatat bahwa menurut perhitungan astronomi saat matahari terbenam pada malam Jumat atau 29 Syaaban, bulan berada pada jarak sudut 5,1 derajat dengan ketinggian 4,3 derajat.
Perhitungan itu tak memenuhi kriteria imkanur rukyah sebagaimana disepakati negara-negara anggota MABIMS (Brunei, Malaysia, Indonesia, dan Singapura).
Nazirudin Mohd Nasir menyebut bulan sabit bulan Ramadan tidak mungkin terlihat di atas cakrawala Singapura saat matahari terbenam pada Jumat malam.
Bulan suci ini dimulai dengan penampakan bulan baru berdasarkan kalender lunar Islam yang setelahnya otoritas agama akan mengumumkan dimulainya Ramadan.
Karena itu, kata dia, hari Sabtu menandai hari ke-30 dan selesainya bulan Syaaban.
“Saya senang mengumumkan bahwa hari pertama puasa di bulan Ramadan jatuh pada Ahad, 2 Maret 2025,” ujar Nazirudin, dilansir dari CNA, Sabtu (1/3/25).
“Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan ucapan selamat Ramadan yang penuh berkah kepada seluruh umat Islam di Singapura,” ucap Nazirudin.
“Semoga kita dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak amal shaleh di bulan yang penuh berkah ini, dan semoga Allah menerima amal ibadah kita serta melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada umat Islam di Singapura,” pungkasnya.
Berbeda di Indonesia, 1 Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, setelah diputuskan pada hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta pada Jumat (28/2/25).
Penetapan awal ramadan hasil sidang Isbat dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kemenag Jakarta.
“Pada malam ini diputuskan dalam sidang bahwa pada 1 Ramadan diputuskan besok, Insyaallah, tanggal 1 Maret 2025,” kata Nasaruddin membacakan keputusan sidang isbat, Jumat malam.
Editor: Erwin Syahril






















