6 Sandera Israel Kembali Dibebaskan Hamas

Sandera Israel
Para sandera Israel, dari kiri ke kanan, Eliya Cohen, Omer Shem dan Omer Wenkert, menunjukkan sertifikat yang dikeluarkan Hamas di atas panggung setelah diinstruksikan oleh militan, sebelum diserahkan ke Palang Merah di Nuseirat, Jalur Gaza tengah, Sabtu, 22 Februari 2025. (Foto: AP/Abdel Kareem Hana)
Sandera Israel
Para sandera Israel, dari kiri ke kanan, Eliya Cohen, Omer Shem dan Omer Wenkert, menunjukkan sertifikat yang dikeluarkan Hamas di atas panggung setelah diinstruksikan oleh militan, sebelum diserahkan ke Palang Merah di Nuseirat, Jalur Gaza tengah, Sabtu, 22 Februari 2025.
(Foto: AP/Abdel Kareem Hana)

Patrolmedia, Tel Aviv -:- 6 sandera Israel kembali dibebaskan Hamas di Gaza, Palestina, Sabtu (22/2). Keenamnya menjadi sandera hidup terakhir yang dibebaskan pada fase pertama gencatan senjata.

Pertama, Hamas membebaskan 2 sandera di Rafah. Mereka bernama Tal Shoham (40) dan Avera Mengistu (38).

Pada upacara pelepasan, melansir AP, Minggu (23/2/25), Shoham diminta menyampaikan pidato di hadapan banyak orang dan diapit oleh tentara Hamas yang bersenjata.

Selanjutnya, 3 sandera Israel dilepaskan di Nuseirat, Gaza yakni Eliya Cohen (27), Omer Shem Tov (22), dan Omer Wenkert (23).

Mereka melambaikan tangan sambil memegang sertifikat pelepasan sebelum diserahkan ke Palang Merah.

Ketiganya diculik dari lokasi festival musik Nova dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel Selatan.

Sandera Israel terakhir yang dipulangkan hari ini adalah Hisham al-Sayed (37). Ia ditangkap di Gaza sekitar satu dekade lalu setelah memasuki wilayah tersebut atas kemauan sendiri.

Sebagai imbalannya, Israel diharapkan bakal melepas 602 sandera dan tahanan Palestina.

Sebanyak 445 di antaranya merupakan warga Palestina yang ditangkap Israel selama perang berlangsung. Sementara sisanya merupakan narapidana yang menjalani hukuman panjang atau seumur hidup.

Kesepakatan gencatan senjata tahap pertama antara Hamas dan Israel berlangsung sejak 19 Januari dan akan berakhir pada 1 Maret 2025.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Hamas setuju untuk membebaskan 33 sandera dengan imbalan hampir 2 ribu tahanan Palestina. Perjanjian ini dimaksudkan untuk membuka jalan menuju diakhirinya perang.

 

Editor: Fatmi Rahim