Kabupaten Pasaman, Sijunjung, Agam dan Lima Puluh Kota Dilanda Banjir

1 orang dinyatakan meninggal dunia

Banjir
Banjir bandang di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat mengakibatkan
Banjir
Banjir bandang di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat mengakibatkan 1 orang meninggal dunia. (Foto: beritasumbar)

Patrolmedia.co.id, Padang – 4 kabupaten di Sumatera Barat yakni Pasaman, Sijunjung Agam dan Lima Puluh Kota dilanda banjir dan banjir bandang.

Bencana itu terjadi di Kabupaten Pasaman dan Sijunjung, sedangkan banjir dan banjir bandang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota.

Bencana di 3 Kabupaten itu mengakibatkan banyak rumah warga yang mengalami kerusakan berat. Selain itu, 1 warga dilaporkan meninggal dunia.

“Banjir dan banjir bandang di Limapuluh Kota mengakibatkan satu orang meninggal dunia, dan satu orang dilaporkan masih dalam pencarian,” kata Juru Bicara BPBD Sumbar Ilham di Padang, Sabtu (23/11/24), dilansir dari Antara.

Ilham mengatakan, kini akses jalan lintas sumatera Padang-Pekanbaru di Nagari Pangkalan, Lima Puluh Kota, terganggu karena volume air meningkat sampai ke jalan nasional.

Bencana ini mengakibatkan puluhan rumah rusak dan 3 rumah rusak berat. Kemudian, satu unit mobil ambulance hanyut terseret air deras, dan puluhan hektar lahan pertanian tergenang air.

Di Kabupaten Pasaman, 6 nagari yang terdampak yakni Ngari Lubuk Layang, Lansek Kadok, Lansek Kadok Barat, Tanjung Betung Timur, dan Tanjung Betung Barat serta Rao Selatan.

Pemukimam warga di 6 nagari itu terendam air. Lahan pertanian dan perikanan juga terendam.

Sedangkan banjir di Kabupaten Sijunjung melanda Nagari Aie Amo. Akibatnya, satu jembatan penghubung Nagari Aie Amo dan Nagari Tanjuang Kaliang Kecamatan Kamang terputus.

Kini, sekitar 4 ribu warga di Nagari Aie Amo masih terisolasi.

Sementara, Kabupaten Agam bencana serupa terjadi di Nagari Pauh Kamang Mudik. Dilaporkan belasan rumah warga terendam air.

Ilham mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di 4 Kabupaten itu telah mengambil langkah untuk membantu masyarakat terdampak, sekaligus mendata kerusakan yang terjadi.

“Pada semua daerah terdampak sudah mulai surut. BPBD Sumbar terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten. Personel dan peralatan sudah disiagakan siaga ke lokasi,” tutupnya.

 

Editor: Ichsan