Wako Solok Evaluasi Pelaksanaan Vaksin Anak dan Antisipasi Varian Omicron

Wako Zul Elfian menggelar rapat
Wako Zul Elfian menggelar rapat evaluasi pelaksanaan vaksin anak dan pencegahan varian Omicron. (Foto: ist) 

Patrolmedia.co.id, Solok – Wali Kota Solok Zul Elfian memimpin rapat evaluasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun serta antisipasi Covid-19 varian omicron di Ruang Rapat Zarhismi Ajis Lt II Balaikota Solok, Jum’at (11/2/2022).

Turut hadir, Dandim 0309/Solok, Letkol Arm Hendrik Setiawan, Kapolres Solok Kota, AKBP Ferry Suwandi, Asisten I Sekda Kota Solok, Nova Elfino, kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Solok, serta Camat se-Kota Solok.

Wali Kota Solok Zul Elfian Umar mengapresiasi seluruh petugas dan vaksinator, kepala sekolah, kapolres, dandim dan seluruh elemen terkait yang telah menyukseskan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

Vaksinasi ini merupakan program nasional yang harus kita laksanakan dan sukseskan.

“Menghadapi pandemi ini, kita harus tetap waspada, tidak boleh abai dan lalai. “Seperti pesan presiden RI Joko Widodo, percepat vaksinasi dan perketat protokol kesehatan harus kita lakukan segera,” kata Zul Elfian.

Untuk itu, pihaknya tidak boleh putus asa menyampaikan kepada masyarakat. Pemerintah tidak boleh kehilangan akal dalam menyukseskan vaksinasi ini demi melindungi rakyat kita dari pandemi Covid-19.

“Sosialisasi vaksinasi Covid-19 harus lebih maksimal, guna memberikan pemahaman kepada orang tua siswa akan manfaat dan pentingnya vaksin ini,” katanya.

Kapolres Solok Kota, AKBP Ferry Suwandi mengatakan, penyebaran vaksinator ke sekolah-sekolah, telah dapat meningkatkan capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

“Surat imbauan tentang vaksinasi anak 6-11 tahun yang telah dikeluarkan harus segera ditegakkan dan dipertegas,” sebutnya

Ditempat yang sama, Dandim 0309/Solok, Letkol Arm Hendrik Setiawan mengatakan, Personilnya siap untuk menyukseskan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

“Disiplin prokes harus ditegakkan kembali, satuan tugas Covid-19 Kota Solok yang telah ada dahulu agar kembali diaktifkan,” kata Hendrik. (Niko)