Pemko Solok Tak Kreatif Dipimpin Birokrat Ketimbang Sosok Pengusaha

Kantor Wali Kota Solok. (Foto: dok)

Tapi, pasangan ini akan dihadapkan persoalan, terkait siapa yang bakal menempati posisi Cawako dan Cawawako. Siapa yang bakal legowo dan siapa yang mau mengalah satu langkah?

Irzal Ilyas – Hendra Saputra

Nama Irzal Ilyas sebagai Wakil Walikota Solok (2005-2010) dan Walikota Solok (2010-2015), tentu saja tak bisa hilang di Kota Solok.

Berhasil bangkit usai kalah di Pilkada 2015, dengan terpilih menjadi Anggota DPRD Sumbar (2019-2024) di Dapil VII (Kota Solok, Kabupaten Solok, Solok Selatan), nama Irzal tetap menjadi magnet kuat.

Bahkan, di Pileg DPRD Sumbar 2019, Irzal alias Dt Lawik Basa berhasil mengoleksi 7.590 suara di Kota Solok.

Irzal Ilyas Ingatkan Pemko dan DPRD Kota Solok Netral di Pemilihan Ketua KONI

Sementara, Hendra Saputra merupakan politisi 3 periode di DPRD Kota Solok (2009-2014, 2014-2019 dan 2019-2024). Sebagai legislator, Hendra tentu sangat mengenal kondisi geopolitik Kota Solok, termasuk pola pemenangan di Pilkada Kota Solok.

Anggota DPRD Hendra dan Nofri Tampung Aspirasi Pedagang Pasar Raya Solok

Lantas, bagaimana nama-nama lainnya? Tentu saja butuh loncatan dan ledakan untuk bisa menarik simpati dan kepercayaan pemilih di Kota Solok.

Terutama untuk nama-nama yang belum turun langsung di Pilkada, seperti Al Damrah, Helwi Nofira, hingga 2 ASN Pemko Solok, Sekda Kota Solok Syaiful Rustam dan Kepala Dinas Sosial Zulfadhli Ilyas.

Perlu diingat, sesuai kodrat alam di setiap kompetisi tidak semua elemen yang berada di barisan pemenangan adalah para pejuang sejati.

Sejumlah elemen yang berada di pihak yang kalah telah menegaskan diri menjadi oposisi.

Disinilah letak kepiawaian para kandidat merangkul semua elemen untuk sama-sama berjuang membangun Kota Solok.Namun, tidak sedikit pula yang bersikap seolah-olah menjadi bagian dari pemenangan.

Dengan “menistakan” jagoan lamanya dan menguas sang pemenang sebagai sosok luar biasa dan tanpa cela. Tentu dengan berharap selentingan materi dan limpah kemurahan hati untuk jabatan dan fasilitas.

Sembari menyatakan sikap siap mendukung penuh sang pemenang, meski sejatinya akan senantiasa menjadi duri dalam daging dan akan pergi di saat kekuasaan tak lagi di tangan sang pemenang. Waalahualam bissawab.

Penulis: Niko Irawan
Editor: Erwin Syahril