Pemko Solok Tak Kreatif Dipimpin Birokrat Ketimbang Sosok Pengusaha

Kantor Wali Kota Solok. (Foto: dok)

Masyarakat kini sudah memasang-masangkan Cawako-Cawawako Solok di Pilkada 2024.

Komposisi pasangan itu bahkan memunculkan nama yang unpredictable (tak terprediksi).
Mereka adalah Ramadhani – Jefrizal, Zulmiyetti – Rusdi Saleh, Yutris Can – Ismael Koto, dan Irzal Ilyas – Hendra Saputra.

Sejumlah nama lainnya yang diprediksi bakal tampil adalah Reinier, Alfauzi Bote, Leo Murphy, Al Damrah, Andri Marant, Zulfadhli Ilyas, Syaiful Rustam, hingga dr. Helwi Nofira.

Munculnya banyak nama membuat konsentrasi Zul Elfian dan Ramadhani dan sejumlah OPD Pemko Solok bakal terpecah.

Dengan arus informasi dan opini yang berkembang super cepat di Kota Solok, setiap kebijakan Pemko akan dinilai sebagai manuver. Karena setiap kebijakan pemerintah tidak akan pernah menyenangkan semua pihak. Terutama terkait hajat hidup masyarakat luas.

Kondisi geoekonomi Kota Solok yang berpusat perdagangan dan jasa, menuntut Pemko Solok tidak hanya menuntut clean government and good governance (pemerintahan yang bersih dan manajemen yang baik), tapi juga peningkatan di sektor ekonomi.

Pemerintah dituntut hadir dengan memberikan fasilitasi sesuai regulasi. Kondisi ekonomi yang dihantam pandemi Covid-19, tidak akan selamanya dijadikan alasan Pemko Solok.

Apalagi sejumlah daerah, perkembangannya justru sangat signifikan. Contohnya, Payakumbuh yang seumur dengan Kota Solok, atau Dharmasraya yang baru mekar dari Sijunjung pada 7 Januari 2004 lalu.

Perkembangan daerah yang berada di sisi pinggir provinsi Sumbar ini sangat signifikan. Sementara Kota Solok yang terletak di tempat strategis dan diuntungkan secara geografis dan geoekonomi, justru terkesan stagnan alias jalan ditempat.

Kondisi ini kemudian memunculkan harapan bagi masyarakat Kota Solok, tentang sosok pemimpin daerah yang berlatarbelakang pengusaha, ketimbang dipimpin birokrat yang dinilai kurang kreatif.

Kejuaraan Taekwondo Gerakkan Ekonomi Kota Solok, Sayang Peluang Tak Dimanfaatkan Dispar dan Diskop UKM