Leo Murphy Harap Pemko Solok Lebih Terbuka Soal Harga Manggis

Poktan

Ia mengatakan, meski dirinya bukanlah seorang petani, namun orangtuanya adalah pengekspor Manggis satu-satunya dari Sumatera Barat.

“Jadi bagi saya cukup banyak mengetahui jenis manggis yang dikategorikan masuk barang ekspor,” ucap Leo.

Ia berpesan, kepada pembudidaya manggis agar tidak menanam buah itu dipinggir lahan yang banyak mengandung air.

“Sebab, akan mempengaruhi kualitas manggis sehngga beresiko tidak masuk kualitas ekspor nantinya,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian, Ikhvan Marosa menyampaikan, pada 2016, Kota Solok memiliki lahan perkebunan Manggis seluas 50 Ha.

Kegiatan 2021 ini, Ikhvan menyebut pihaknya telah menyiapkan pengembangan tanaman manggis sebanyak 20 Ha yang didukung dengan pupuk kandang, pupuk NPK dan biaya pengolahan sebanyak Rp35 juta untuk 2.000 batang anak Manggis.

“Alhamdulillah tahun ini kita juga mendapatkan bantuan bibit Manggis melalui Provinsi sebanyak 40 Ha,” ucap Ikhvan.

Ia berharap dengan budidaya manggis, petani bisa merawat sampai menghasilkan nantinya, sebab peluang ekspor Manggis terbuka lebar untuk saat ini.

“Belum lama ini Wakil Wali Kota Solok juga berkunjung ke Belanda memperkenalkan tanaman ekspor Manggis yang berasal dari Kota Solok,” kata Ikhvan.

Ketua Melompok Tani (Poktan) Titian Aie, Suwendi menyampaikan, Poktan-nya mendapat kegiatan pengembangan tanaman Manggis merupakan kegiatan Peningkatan Produksi Tanaman Buah dan holtikultura yang bersumber dari dana APBD Kota Solok.