Herdiyulis mengatakan, Audy Joinaldi mengucapkan permohonan maaf karena tidak bisa secara langsung menyerahkan bantuan, karena masih tertahan di Kota Jakarta yang telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Bantuan ini, sebagai bentuk rasa kebersamaan Audy Joinaldi, yang juga putra asli Kota Solok.
Bantuan ini tidak sekedar karena memasuki Pilkada, namun memang gerakan hati untuk membantu masyarakat, karena ikut merasakan kesedihan mengalami bencana.
Pada tahun 2004 Saat bencana Tsunami Aceh dan Tahun 2018 saat Tsunami Palu, Audy dan ayahnya juga telah bergerak turun tangan langsung mengerahkan armadanya memberikan bantuan.
“Jadi bantuan dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19 ini, sebagai bentuk peduli kemanusiaan dari seorang Audy Joinaldi,” jelas Herdiyulis.
“Sedangkan dalam minggu lalu, Audy Peduli sudah menyerahkan langsung 300 paket sembako, semua ini khusus di Kota Solok,” tutupnya (Niko)






















