
“Padahal Goro budaya asli kita. Dulu, bikin rumah warga saja ada Goro. Sekarang, bikin masjid saja cari tukang,” ujarnya.
Samsul berharap goro rutin dilakukan di seluruh lapisan masyarakat. “Sehingga kita bisa mewariskan Batam bersih bagi anak cucu kita,” harapnya.
Tak lupa pihaknya juga mengcapkan terima kasih kepada DLH yang membantu mensukseskan acara tersebut.
“Mudah-mudahan ke depan kita terus bersinergi. Saya yakin DLH memiliki berbagai inovasi mengatasi permasalahan sampah di Batam,” pungkasnya.
Kepala DLH Kota Batam Herman Rozie juga mengucapkan terimakasih terhadap bright PLN Batam yang masih peduli terhadap lingkungan.
“Tanpa ada kerja sama pemerintah, swasta, dan masyarakat takkan mungkin Batam bisa dibangun seperti ini,” sebutnya.
Herman mengaku miris dengan mulai pudarnya budaya goro di tengah lingkungan masyarakat. Saat ini, katanya, Goro sudah beralih ke media sosial.




















