“Dengan beberapa peningkatan itu, diharapkan dapat menurunkan biaya logistik di Batam sebesar 50 % menjadi 350 SGD / 250 SGD,” kata Dendi.
Pengembangan lainnya, Proyek Desalinasi yang akan selesai sekitar 2021 dengan produksi air bersih 250 l/dtk untuk kebutuhan industri di Batam.
Dendi Gustinandar sangat mengapresiasi kerjasama antara Indonesia dan Singapura yang konsen terhadap pembahasan pengembangan Batam.
Dendi mengemukakan adanya rencana kerjasama dengan Singapore Economic Development Board (EDB) untuk program magang logistik di Singapura.
Dengan begitu, bisa lebih mengetahui biaya logistik dan prosesnya di Singapura, dan juga Vocational Training untuk beberapa pelatihan di Singapura guna mendukung industri di Batam.
“Kolaborasi ini diharapkan bisa meningkatkan sinergitas yang positif antara Batam-Singapura di berbagai industri,” kata Dendi. (Fatmi)






















