Cara lain, kaum wanita juga bisa mendapatkan KB secara alami, yakni dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kepada bayinya.
“Diharapkan dari pemberian ASI eksklusif pada bayi, untuk mencegah proses ovulasi (pematangan sel telur) dari si ibu. Jadi kesuburan si ibu diturunkan dengan memberikan ASI eksklusif,” terangnya.
Titi mengakui dalam memberikan pemahaman kepada warga tentang KB Kesehatan, perlu dilakukan pendekatan. Sebab, Titi menilai warga masih banyak yang malu dan tabu bertanya seputar KB.
“Untuk itu kita sarankan warga datang ke puskesmas, konsultasi secara pribadi ke kami, sehingga program KB bisa diikuti dengan baik dan bermanfaat,” tuturnya.
Erkin, Warga Desa Kertang merasa bersyukur karena sudah diberikan pengetahuan tentang menjalankan KB secara benar hingga bisa dipraktekkan sesuai program.
“Kalau untuk penyuluhan KB ini kita merase bersyukur karena dah dikasi tau cara-cara sama manfaat ikut KB. mudah-mudahan penyuluhan macam ini bisa kami dapatkan lagi,” kata Erlin.
Hayati juga mengungkapkan terima kasihnya kepada satgas TMMD yang sudah bersedia memberikan sembako ke masyarakat setempat.
“Masyarakat disini merasa terbantu, dapat pengetahuan tentang KB sama dapat bantuan sembako buat kami,” kata Erlin. (Erwin)




















