
Ada juga yang dilakukan dengan hanya mengikat oviduk agar ovum atau sperma tidak bisa bertemu.
“Tujuan tubektomi agar ovum (wanita) yang sudah diovulasikan tidak dapat masuk ke saluran telur (oviduk) sehingga tidak bisa bertemu dengan sperma. Jadi dia (Ovum) sudah di ikat, sudah tidak bisa lagi membuahi dan dibuahi,” paparnya.
Pada pria, lanjut Titi, kontrasepsi permanen dikenal vasektomi, yaitu pemotongan saluran asa deferensi. Selain itu ada pula yang hanya mengikat asa deferensi.
Vasektomi bertujuan agar sperma pria tidak sampai ke uretra, sehingga sperma tidak bisa dikeluarkan. Sperma yang dihasilkan testis akan diserap kembali.
“Tapi dia (pria) masih bisa mengeluarkan cairan mani yang tidak mengandung sperma dan suatu saat ikatan Vasektomi bisa dilepas jika diinginkan,” katanya.
Untuk kontrasepsi non permanen bisa menggunakan alat bantu seperti pil KB, suntik, implan, ayudi atau spiral yang dimasukkan ke rahim wanita.
“Alat lainnya bisa memakai kondom bagi pria,” sebut Titi.




















