
Patrolmedia.co.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro), Sabil Rahman, melarang anggotanya mendukung dan menjadi kader Partai lain, tak terkecuali partai Berkarya, besutan Tommy Soeharto.
Menurut Sekjen Kosgoro Sabil Rahman, ormasnya telah berkomitmen sejak dulu untuk menjadikan Golkar sebagai satu-satunya wadah aspirasi politik bagi seluruh anggota.
Bagi Sabil, Organisasi Masyarakat (Ormas) sayap Partai Golongan Karya (Golkar) sepakat menjadikan partai berlambang beringin itu tempat aspirasi politik untuk seluruh keanggotaan.
“Komitmen itu sejak dulu. Relasi politik antara Kosgoro dengan Golkar sudah jelas. Harus mendukung Golkar,” katanya, di kantor Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro 1957, Jakarta, seperti dilansir cnnindonesia.com, Rabu (14/3/2018).
Karena, lanjutnya, larangan tersebut jelas tercantum dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga.
Ia mengatakan, anggota Kosgoro tak boleh masuk ke partai lain, selain Golkar. Dukungan terhadap Golkar diputuskan melalui Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) dan rapat pimpinan nasional.
Untuk itu Sabil menyatakan, jika ada anggota Kosgoro masuk ke partai lain, maka dianggap keluar dari bagian sayap partai Golkar.
“Maka pada saat yang sama dia bukan lagi anggota Kosgoro 1957,” jelas Sabil.
Kendati begitu, ia mengakui, kalau beberapa anggota Kosgoro ada yang bergabung di Partai Berkarya. Seperti Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang.
“Mereka tak lagi berstatus anggota Kosgoro. Itu dulu. Kita komitmen mendukung Golkar,” sebutnya.
Sementara, Badaruddin Andi Picunang mengungkapkan, sebelum menjadi kader Partai Berkarya, dirinya berasal dari Kosgoro.
Dia menyebutkan, sejumlah anggota Kosgoro lain ada yang menjadi kader Partai Berkarya. “Ada juga kader Kosgoro dan yang lain masuk menjadi kader,” tutur Badaruddin.
Editor: Chandra Adi Putra



















