Lokal  

Patung Panca Dewata 1930 Dipindahkan ke Disbud Denpasar

Penataan Jalan Gajah Mada, Lima Patung Cagar Budaya Dipindahkan Sementara

Dalam rangka penataan kawasan Jalan Gajah Mada di Kota Denpasar, lima patung yang berada di ujung barat jalan akan dipindahkan sementara. Patung-patung tersebut merupakan benda cagar budaya yang dibuat pada tahun 1930 dan memiliki nilai sejarah serta estetika yang tinggi. Proses pemindahan dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar tidak terjadi kerusakan pada benda-benda bernilai historis ini.

Deskripsi Patung dan Ukuran

Arca Dewa Siwa, yang merupakan patung utama dari kelima arca tersebut, memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan empat arca lainnya. Arca Dewa Siwa memiliki tinggi 274 sentimeter, lebar 70 sentimeter, dan tebal 66 sentimeter, dengan tinggi lapik sebesar 30 sentimeter. Sementara itu, empat arca lainnya yaitu Dewa Iswara, Wisnu, Mahadewa, dan Brahma memiliki tinggi berkisar antara 124 hingga 136 sentimeter.

Patung-patung ini menggambarkan Panca Dewata, atau lima dewa utama dalam agama Hindu. Keempat arca lainnya ditempatkan menghadap ke empat penjuru mata angin, sedangkan arca Dewa Siwa berada di tengah. Seluruh arca ini terbuat dari batu padas dan berada dalam konteks periode kolonial, sehingga memperkuat nilai sejarah dan budayanya.

Langkah Pemindahan yang Dilakukan

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Denpasar, Raka Purwantara, menjelaskan bahwa selama proses penataan kawasan, benda-benda cagar budaya ini akan dititipkan di Dinas Kebudayaan. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan dan perlindungan terhadap benda-benda tersebut agar tidak rusak selama proyek berlangsung.

“Kami memastikan bahwa benda-benda cagar budaya tersebut ditempatkan di tempat yang layak dan aman,” kata Raka Purwantara. Ia menegaskan bahwa penataan kawasan tidak boleh mengubah bentuk maupun karakter asli dari benda-benda cagar budaya tersebut.

Perhatian Khusus terhadap Kerusakan

Proses pemindahan dilakukan dengan sangat hati-hati karena beberapa bagian dari arca telah mengalami keretakan, keausan, atau bahkan patah. Tim cagar budaya turut terlibat dalam proses pemindahan untuk memastikan bahwa tidak ada kerusakan fisik yang terjadi pada benda-benda tersebut.

Pemindahan dilakukan pada hari Kamis, pukul 24.00 WITA hingga Jumat, pukul 02.00 WITA. Kelima arca tersebut akan disimpan di lokasi yang telah disiapkan oleh Disbud Denpasar selama proyek penataan kawasan berlangsung. Estimasi penyimpanan sementara berlangsung hingga pekerjaan proyek selesai, yang diperkirakan akan rampung pada awal Desember.

Tidak Ada Perubahan Fisik terhadap Benda Cagar Budaya

Disbud Denpasar menegaskan bahwa tidak akan membenarkan perubahan fisik terhadap benda cagar budaya, meskipun ada kebutuhan untuk menambahkan ornamen atau aksesori pendukung dalam penataan kawasan. Jika ada penambahan elemen pendukung, hal tersebut harus dikoordinasikan dengan tim cagar budaya.

“Patung cagar budaya harus tetap seperti semula. Jika ada penambahan, hanya ornamen bawahnya saja yang bisa ditambahkan. Patungnya sendiri tidak boleh diubah,” jelas Raka Purwantara.

Lokasi Awal dan Nantinya

Patung Panca Dewata berada di pertigaan yang menghubungkan Jalan Thamrin, Jalan Wahidin, dan Jalan Gajah Mada. Kompleks patung ini selama ini berada dalam taman kecil berbentuk segitiga yang menjadi salah satu elemen kawasan Heritage Gajah Mada.

Setelah penataan kawasan selesai, arca Panca Dewata akan ditempatkan kembali dengan tetap mempertahankan bentuk, karakter, dan nilai sejarahnya. Hal ini menjadi komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keaslian dan kelestarian warisan budaya.